Siapa Dia

Tiga Cara Agung Graha Libatkan Pemuda pada Pembangunan Denpasar

Ketua DPC PSI Denpasar Barat, Anak Agung Putu Gede Anugraha Mertha (ckl)

Kabarbali.com – Tak dapat dipungkiri anak muda masih minim keterlibatannya dalam proses pembangunan. Alih-alih dilibatkan, justru anak muda terkesan dikesampingkan dalam pembangunan kotanya. Demikian yang disampaikan Ketua DPC PSI Denpasar Barat, Anak Agung Putu Gede Anugraha Mertha.

Pemuda yang karib disapa Agung Graha itu menjelaskan, anak muda yang sering disebut generasi milenial itu sesungguhnya memiliki kepedulian yang amat tinggi terhadap lingkungannya. “Generasi milenial itu kan kritis terhadap lingkungannya masing-masing,” kata Agung Graha saat berbincang dengan Kabarbali.com, Minggu 30 September 2018.

BACA JUGA: Mundur Massal, Kader PKS se-Bali Dukung Jokowi?

Agung Graha menilai ada tiga saluran penting yang bisa dilakukan untuk melibatkan generasi milenial dalam pembangunan. Pertama, kata Agung Graha, Bali, khususnya Kota Denpasar, kaya akan potensi seni dan budayanya.

“Kedua, kreativitas anak muda itu wajib ditampung. Ketiga, kita punya olahraga. Ketiga program itu yang harus digalang untuk meningkatkan partisipasi generasi milenial,” ujarnya.

BACA JUGA: Bertoni Mario Litaay Dorong Peran Aktif Kaum Milenial Denpasar

Menurut dia, ketiga hal tersebut yang selama ini menjadi saluran penting bagi anak muda menunjukkan jati diri dan eksistensinya. Caleg PSI nomor urut 1 untuk DPRD Kota Denpasar dari dapil 1 Denpasar Barat itu melanjutkan, dengan berkesenian, generasi milenial menunjukkan pesonanya.

“Dengan kreativitas dia menampakkan jati dirinya. Merrka punya punya give yang diberikan Tuhan. Anak muda juga banyak yang berprestasi di bidang olahraga,” ujarnya. Tiap daerah, Agung Graha melanjutkan, memiliki potensi olahraga yang berbeda-beda.

BACA JUGA: Empat Alasan Pengurus dan Kader PKS se-Bali Mundur Massal

Namun, ruang di banjar yang cukup luas bisa menjadi tempat aktualisasi generasi milenial dalam bidang olahraga. “Di tiap banjar ada lokasi yang bisa untuk bermain tenis meja, voli atau karate. “Nah, ini yang ingin kita tonjolkan,” katanya.

Agung Graha ingin menggandeng anak muda untuk membangun wilayahnya. Daya kritis generasi milenial menurutnya harus diarahkan kepada hal positif, bukan sebaliknya, menjadi ancaman bagi proses pembangunan. “Anak muda itu kritis, daya ingin tahunya tinggi. Kita harus ajak bersama-sama, kita gandeng,” saran Agung Graha.

BACA JUGA: Emiliana Sriwahjuni Siap Perjuangkan Tunjangan Lansia

Sebagai partai milenial, Agung Graha menegaskan jika PSI membuka ruang lebat bagi partisipasi positif anak-anak muda dalam memajukan bangsa. “Kami ingin mengajak anak muda ikut terlibat memberikan masukan, kritik dan saran dalam proses pembangunan. Anak muda belum pernah diajak memecahkan masalah. Maaf, sepertinya masih dikesampingkan,” tegas dia.

Salah satu sebabnya oleh karena anak muda masih dianggap minim pengalaman dan tidak punya pengaruh untuk menyelesaikan masalah. Agung Graha ingin membuktikan sebaliknya. “Kami ingin anak muda ikut mempengaruhi Denpasar ini. Ayo kita ajak dan libatkan mereka menyuarakan isi hatinya,” demikian Agung Graha. (ckl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top