Peristiwa

Tawarkan Jasa Prostitusi Online, Pria Asal Yogyakarta Dibekuk

Pelaku tawarkan jasa prostitusi online (ban)

Kabarbali.com – Seorang pria asal Yogyakarta hsrus berurusan dengan Polda Bali. Sebabnya, pria berinisial H alias J itu menjajakkan prostitusi online via media Twitter. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Yuliar Kus menjelaskan, pria 34 tahun itu ditangkap lantaran kedapatan menawarkan wanita penghibur atau Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui akun Twitter @Chezka_zii.

“Kasus ini terungkap berkat patroli siber. Ditemukan akun @Chezka_zii yang memiliki muatan kesusilaan dan/atau pornografi dengan cara menawarkan, mengiklankan, baik secara langsung maupun tidak langsung layanan seksual atau menyediakan pornografi, jasa pornografi, menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi dan menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi,” kata Yanuar, Senin 9 November 2019.

BACA JUGA: Email Diretas, Pria Asal Kanda Tertipu Rp1 Miliar

Polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam pemilik akun tersebut. Dari hasil penyelidikan diketahui jika pemilik akun tersebut adalah H alias J yang tinggal di Jalan Muding Mekar, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

“Tersangka kita tangkap di kediamannya. Ia mengakui sebagai pemilik akun Twitter @Chezka_zii yang digunakan untuk menawarkan wanita penghibur,” katanya. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap handphone tersangka, polisi menemukan beberapa akun lainnya yang digunakan oleh yang bersangkutan dalam menjalankan kegiatan prostitusi online tersebut.

BACA JUGA: Komplotan Kejahatan Skimming Asal Bulgaria Dibekuk Polda Bali

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone merk Iphone X, dua buah kartu ATM paspor BCA, akun twitter @chezska_zii, print out screen capture yang memuat postingan dari akun twitter @chezska_zii, satu lembar bukti transfer pembayaran DP (Down Paymant) jasa prostitusi. enam lembar uang pecahan Rp100 ribu, 11 picis kondom dan satu picis pelumas merk Vigel Lubricanting Gel merk Vigel.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 9 jo pasal 35 dan/atau pasal 4 ayat 1 jo pasal 29 dan/atau pasal 4 ayat 2 jo pasal 30 dan/atau pasal 6 jo pasal 32 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)dan/atau pasal 296 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top