Topik Trunyan

Seorang perempuan Bali Aga di Desa Tenganan Pegringsingan tengah sibuk menenun kain geringsing, sebuah warisan budaya tak benda yang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran luar biasa. Kain sakral ini bukan hanya sebuah produk seni, melainkan juga memiliki makna filosofis mendalam dalam kehidupan masyarakat Bali Aga.

Info Bali

Mengunjungi Bali Aga: Menyelami Jejak Leluhur Pulau Dewata yang Lestari

Info Bali | Senin, 19 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Suku Bali Aga, atau Bali Mula, adalah penjaga tradisi asli Pulau Dewata yang hidup selaras dengan adat istiadat kuno di desa-desa seperti Tenganan Pegringsingan. Kunjungan ke komunitas ini menawarkan pengalaman otentik tentang budaya, ritual, dan kerajinan tangan unik seperti kain geringsing, serta mengajarkan pentingnya menghormati nilai-nilai leluhur. Ini adalah kesempatan langka untuk menyelami sisi Bali yang belum terjamah modernisasi.

Pemandangan Desa Trunyan di tepian Danau Batur, salah satu desa Bali Mula yang masih mempertahankan tradisi unik pemakaman leluhur mereka. Desa ini menjadi jendela ke masa lalu yang memperlihatkan bagaimana masyarakat Bali kuno menghormati siklus kehidupan dan kematian.

Info Bali

Menggali Kembali Akar Peradaban di Pulau Dewata: Sejarah Bali Mula

Info Bali | Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

Pulau Bali menyimpan sejarah yang lebih dalam dari sekadar destinasi wisata modern, dengan “Bali Mula” merujuk pada peradaban pra-Hindu yang membentuk fondasi budaya dan spiritualnya. Artikel ini mengajak menyelami jejak leluhur di desa-desa adat seperti Trunyan dan Tenganan, menunjukkan bagaimana kepercayaan animisme-dinamisme berakulturasi menjadi Hindu Dharma yang khas. Memahami Bali Mula tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memberikan apresiasi mendalam terhadap kekayaan budaya dan kearifan lokal yang abadi di Pulau Dewata.