Peristiwa

Siswa SMA Ikut Aksi Demo di Denpasar, Sebagian Dihalau Polisi

Siswa sma ikut aksi demonstrasi di bali (ban)

Kabarbali.com – Ratusan massa aksi yang mengusung hastag #BaliTidakDiam kembali turun ke jalan. Aksi ini diikuti sejumlah elemen mulai aktivis mahasiswa di kampus-kampus, jurnalis dan aktivis pemuda. Yang menarik pemandangan, ada beberapa siswa SMA di Bali yang ikut dalam aksi demonstrasi tersebut.

Namun tidak diketahui mereka berasal dari sekolah mana. Selain tak mengenakan atribus sekolah yang biasanya tertera di bahu baju sekolah, mereka juga enggan mengungkap identitas mereka. Namun, beberapa dari mereka berhasil dihalau aparat kepolisian yang berada di lokasi untuk pulang ke rumah.

BACA JUGA: ‘Run for Bali’ 374 Km, Serka Dewa Sudah Lari 350 Km

Hal itu terjadi sebelum aksi demonstrasi dimulai. “Pulang ke rumah. Kalau sudah tidak ada pelajaran pulang sekarang,” kata seorang petugas kepolisian sembari menggiring sekitar delapan siswa ke motornya, Senin 30 September 2019.

Siswa SMA itu pun menurut. Mereka beranjak dari lokasi aksi demonstrasi. Pantauan di lokasi, massa mulai berkumpul sejak pukul 13.00 WITA. Mereka kemudian bernyanyi lagu-lagu penyemangat seperti ‘Darah Juang’ dan ‘Buruh Tani’. Setelah berkumpul, massa mulai bergerak sekitar pukul 14.00 WITA.

BACA JUGA: Persiapan Liga 1, Bali United Putri Diimbangi PFA U-13

Aksi kali ini dilakukan untuk memberitahu kepada maayarakat bahwa Bali juga memiliki keresahan yang sama dengan persoalan Indonesia belakangan ini. Tuntutannya sama, yakni menyelesaikan krisis Papua secara manusiawi, mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Perppu terhadap revisi UU KPK.

Selain itu juga mendorong pemerintah dan DPR RI mengkaji ulang pasal-pasal kontroversial dalam RKUHP dan bertentangan dengan ide bangsa Indonesia, serta menuntut pemerintah menindak tegas pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan.

BACA JUGA: Siapa Berani Terima Tantangan Pangdam Udayana Lari Keliling Bali?

Tak hanya itu, mereka juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk menganulir Ketua KPK terpilih karena dianggap tak sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi.

“Aksi ini untuk menegaskan bahwa Bali tidak diam. Kami adalah bagian maayarakat Bali yang memiliki keresahan yang sama. Kami di Bali bergerak seperti daerah lainnya. Estimasi massa kurang lebih 500 orang dari berbagai elemen” kata Made Aristia Kerta Setiawan, Humas aksi #BaliTidakDiam. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top