Politik

Sindir Jokowi, Prabowo: Ada yang Kaget Dengar Rumah Sakit Tak Dibayar

Prabowo Subianto (ban)

Kabarbali.com – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menghadiri Silaturahmi Relawan Emak-emak Binangkit dan Relawan Prabowo-Sandi Provinsi Bali di Inna Bali Heritage, Denpasar, Jumat 19 Oktober 2018.

Pada kesempatan itu, Prabowo memberikan wawasan kebangsaan kepada Relawan Emak-emak se-Provinsi Bali. Ia memulai pidatonya dengan penjelasan mengapa ia mau menerima amanah dari rakyat untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2019.

BACA JUGA: PT BSI Buktikan Tambang Tak Melulu Berbahaya

“Kesulitan yang dihadapi bangsa rasanya perlu suatu itikad yamg sangat besar, suatu keyakinan yang sangat besar, suatu tekad yang sangat besar untuk mau menerima amanah tersebut,” kata Prabowo membuka pidatonya.

Prabowo mengingatkan jika politik bukan perkara yang mudah untuk dijalankan. Politik, Prabowo melanjutkan, membutuhkan pengorbanan. Dan, ia bersyukur lantaran tumbuh kesadaran di kalangan emak-emak untuk membangun bangsa ini.

BACA JUGA: Dana BKK Badung Tak Cair, Tokoh Nusa Penida Geruduk Suwirta

“Emak-emak berkorban di negera ini, di mana kesadaran terhadap hukum, kesadaran terhadap demokrasi, kesadaran terhadap kebenaran dan keadilan masih belum sesuai dengan yang seharusnya terjadi,” ujar dia.

Saat ini, menurut Prabowo, terjadi paradoksal dalam keadaan bangsa Indonesia. Di mata Prabowo, pradoksal itu amat janggal setelah Indonesia merdeka sekian tahun.

BACA JUGA: Prabowo ‘Gerilya Politik’ di Bali, Ini Agendanya

“Yang kaya hanya segelintir orang saja. Dan ini bukan angka saya, ini hasil data, fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga internasional. Data dan fakta itu menunjukkan yang menikmati kekayaan Indonesia hanya kurang dari 1 persen Warga Negara Indonesia. 99 persennya mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan bisa dikatakan sangat sulit,” jabarnya.

Lantaran hal itu, ia sedikit berkelakar jika tak punya uang jangan coba-coba untuk sakit. “Orang yang tidak punya uang jangan berani sakit. Kalau sakit, tidak tahu bagaimana. Ada yang bingung, ada yang kaget mendengar bahwa rumah sakit kita sudah lama, sudah beberapa bulan tidak dibayar,” sindir Prabowo.

BACA JUGA: 15 Ribu Peserta Akan Hadiri Temu Karya Nasional di GWK

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku heran lantaran defisit BPJS Kesehatan senilai Rp4,9 trilun sampai hingga ke meja kerjanya. “Ini masih kurang, kebutuhan bukan Rp4,9 triliun. Lah kok enak banget kalau kurang minta. Mestinya ada manajemen sistem yang jelas, sehingga rumah sakit punya kepastian pembayaran yang jelas,” kata Jokowi.

Masak setiap tahun harus dicari solusi. Mestinya rampung di Menkes, Dirut BPJS. Urusan rumah sakit sampai presiden. Kalau tahun depan diulang, kebangetan,” tambah Jokowi. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top