Budaya

Serunya Berburu Kuliner di Kampung Ramadan Dusun Wanasari

Kampung Ramadan dusun wanasari (ban)

Kabarbali.com – Setiap kali Ramadan tiba, dusun di salah satu Kota Denpasar ini selalu menjadi kampung Ramadan. Adalah Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Ya, hampir saban tahun Dusun Wanasari berubah menjadi kampung Ramadan. Setiap bulan suci umat Muslim tiba, warga penduduk dusun yang juga dikenal dengan warga Kampung Jawa itu menjajakan menu makanan khas untuk berbuka puasa.

Segala aneka macam menu kudapan khas untuk berbuka puasa disajikan. Mulai dari kudapan ringan hingga makanan berat tersaji di sini. Otomatis, Kampung Jawa menjadi lokasi favorit bagi umat Muslim Kota Denpasar untuk berburu menu makanan buka puasa. Ada takjil, aneka macam es dan makanan berat seperti rendang, sate dan sejumlah menu makanan lainnya.

BACA JUGA: Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris Melalui Ekspresi Seni Ala English First

Rohimin salah satu warga Dusun Wanasari mengatakan, sudah sejak lama dusunnya selalu berubah menjadi kampung Ramadan setiap kali bulan puasa tiba. “Sudah dari dulu di sini memang selalu jadi kampung Ramadan. Awalnya karena mayoritas warga dusun di sini umat Muslim. Untuk keperluan berbuka puasa, beberapa warga mencoba menyajikan makanan khas Ramadan seperti takjil dan lainnya. Rupanya banyak yang datang ke sini dari daerah lain,” kata dia sembari menjajakan sate susu, Senin 6 Mei 2019.

Mendapat sambutan dari masyarakat Kota Denpasar, akhirnya diputuskan agar menjadikan Dusun Wanasari kampung Ramadan. “Dari situ kemudian berlanjut sampai saat ini,” paparnya. Tak hanya sekadar menjajakan menu kuliner khas Ramadan, di Dusun Wanasari juga kita bisa menggali nilai-nilai Islam lebih dalam.

BACA JUGA: Nikmati Sensasi ‘Bali Food & Wine Festival’ di Rumah Luwih Gianyar

Sebabnya, persis di sebelah gang yang menjadi lokasi pasar Ramadan terletak Masjid Baitul Rahman. Setiap Ramadan juga masjid ini menggelar berbagai macam kajian Islam. Sejak Subuh hingga berbuka puasa selalu saja ada kegiatan yang berkaitan dengan tema Keislaman.

Ada pula pesantren kilat bagi anak-anak yang ingin mengaji. Semua dilakukan secara cuma-cuma alias gratis. “Ya, memang setiap tahun kami di sini mengisi berbagai kegiatan Keislaman untuk semua kalangan mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja hingga anak-anak,” kata Ketua Yayasan Masjid Baitul Rahman, H Nadhlah. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top