Peristiwa

Sebelum Ditangkap, Pengacara Ingatkan Sudikerta Kooperatif

I Ketut Sudikerta (dok)

Kabarbali.com – Eks Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta ditahan setelah ditangkap Polda Bali pada Kamis kemarin dalam kasus penipuan bos Maspion Grup, Ali Markus. Sudikerta kini mendekam di sel rutan Polda Bali. Kuasa hukum Sudikerta, Togar Situmorang mengaku telah menasehati kliennya untuk kooperatif dengan Polda Bali.

Sebab, Kamis kemarin sejatinya merupakan jadwal pemeriksaan Sudikerta sebagai tersangka. “Seharusnya beliau diperiksa pada Jumat pekan lalu. Atas permintaan beliau, saya meminta pemeriksaan ditunda dan dijadwalkan pada Kamis kemarin,” kata Togar saat dihubungi, Jumat 5 April 2019.

BACA JUGA: Pastikan Kemenangan Jokowi, Surya Paloh Bakar Semangat Kader di Bali

Kamis pagi, Togar mengaku bertemu Sudikerta. Caleg DPR RI dari Partai Golkar itu mendatangi rumahnya. “Kami ngopi sambil makan makanan ringan. Kami bertemu pukul 08.00 WITA. Saya ajak beliau untuk sama-sama ke Polda Bali menjalani pemeriksaan sesuai janji yang saya buat kepada penyidik,” papar Togar.

Sudikerta bersedia menuju Polda Bali untuk diperiksa. Namun, ia meminta izin kepada Togar untuk menemui istrinya di bank. “Dia bilang ke saya ‘Bro duluan ke Polda, saya nemuin istri dulu di bank’. Saya iyakan. Saya berangkat ke Polda Bali,” cerita Togar.

BACA JUGA: Kampung Bola Internasional Diproyeksi Jadi Destinasi Wisata Baru

Sejak pukul 10.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA tak ada kabar dari Sudikerta. Telepon Togar tak dijawab. Sudikerta kemudian mengirim pesan Whatsapp jika ia masih menemani istrinya di bank.

“Saya akhirnya pulang. Pukul 14.30 WITA dia (Sudikerta) telepon saya mengabarkan jika dia ditangkap di bandara,” kata Togar. “Saya kaget, kenapa dia bisa di bandara, bukannya ke Polda. Saya bilang Bapak mau ke mana, sama siapa. Kenapa harus pergi, bukannya menjalani pemeriksaan. Ya, ditangkap,” tambah Togar.

BACA JUGA: Cetak Pemain Berkelas Dunia, Yayasan Gobolabali Bangun Kampung Bola Internasional

Togar sendiri kini tengah menunggu kejelasan statusnya sebagai kuasa hukum. Sebab, ketika ditangkap Sudikerta mengaku telah mengirimkan surat penangguhan pemeriksaan kepada Polda Bali.

“Kalau dia kirim surat penangguhan pemeriksaan, siapa lawyer-nya. Kalau sudah tunjuk lawyer lain, putusin saya. Saya bilang ke dia, dengan lari dari pemeriksaan itu sama artinya mempersulit diri sendiri,” kata Togar. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top