Peristiwa

Sebar Data Orang Lain, Mendagri Sebut Ulin Yusron Bisa Dituntut

Mendagri Tjahyo Kumolo (ban)

Kabarbali.com – Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo mengingatkan Ulin Ni’am Yusron atas perbuatannya menyebarkan data pribadi orang lain. Ulin Ni’am Yusron merupakan pendukung Jokowi. Namanya mencuat ketika ramai aksi demonstrasi pendukung Prabowo di Kantor Bawaslu. Salah satunya adalah adanya orasi ‘penggal kepala Jokowi’.

Ulin lantas menyebar data orang yang diduga meneriakkan ‘penggal kepala Jokowi’. Namun ia salah dan meminta maaf. Atas hal itu, Tjahyo menegaskan jika data pribadi seseorang tak boleh disebar sembarangan. Bahkan, kata dia, berdasarkan UU Administrasi Kependudukan, barang siapa menyebarkan data orang lain bisa dituntut di muka hukum.

BACA JUGA: Sempat Hilang Ingatan, Ketua Panswascam di Karangasem Meninggal Dunia

“Saya kira itu tidak boleh. Berdasarkan UU Aminduk (Administrasi Kependudukan), itu bisa dituntut,” kata Tjahyo pada acara Hari Peringatan Malaria se-Dunia di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Senin 13 Mei 2019.

Meskipun pihaknya bekerjasama dengan Perbankan, namun Tjahyo menegaskan hal itu tak boleh diumbar sembarangan. Siapapun yang mengakses data seseorang melalui Perbankan tercatat dengan baik di Kemendagri.

BACA JUGA: Tak Punya Biaya, Ibu Muda di Badung Melahirkan di Lapangan

“Semua tidak boleh sembarangan, tidak boleh macam-macam. Siapa yang mengakses harus jelas setiap harinya, alamat dan namanya harus terekam,” ujarnya.

Dalam kasus Ulin Yusron, Tjahyo mengingatkan jika yang bersangkutan bisa ditindak secara hukum dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Sebab, katanya, ada sanksi tegas bagi pihak-pihak yang melanggar aturan sebagaimana dituangkan dalam UU Aminduk. “Bisa dilaporkan ke polisi. Yang berhak menindak itu polisi,” paparnya. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top