Budaya

Sah! Busana Adat dan Bahasa Bali Resmi Diberlakukan

Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (ist)

Kabarbali.com – Gubernur Bali yang diwakili Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meresmikan penggunaan busana adat Bali dan bahasa Bali di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis 11 Oktober 2018.

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwasanya peresmian penggunaan busana adat Bali dan bahasa Bali yang dilakukan secara serentak di seluruh Bali merupakan kebijakan program prioritas dalam bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sebagai wujud komitmen serius pada upaya pemajuan kebudayaan Bali.

BACA JUGA: Pecalang dan Sandhi Murti Bubarkan Demo Aliansi Mahasiswa Papua

Di samping itu, bertolak dari kondisi dewasa ini, di mana penggunaan busana adat Bali, khususnya di kalangan generasi muda yang sudah jauh dari pakem yang ada.

Demikian pula halnya dengan keberadaan bahasa Bali yang kurang diminati oleh para generasi muda, sehingga dikawatirkan ke depannya bahasa Bali akan menjadi punah.

BACA JUGA: Banyak Rumah Warga Jembrana Rusak Imbas Gempa Situbondo

“Semakin sedikit sekarang generasi muda yang bisa berbahasa Bali dengan baik yang sesuai dengan sor singgih. Demikian pula dengan penggunaan busana adat Bali yang terkadang sudah tidak sesuai dengan pakem yang ada. Untuk itu, mari kita kembali kepada pekem yang ada, kita lestarikan dan jaga busana adat dan bahasa Bali yang kita miliki sebagai bentuk rasa memiliki dan tindih dalam memajukan adat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesa menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang diambil Pemprov Bali dalam upaya pelestarian busana adat Bali dan bahasa Bali yang diperkuat dengan diterbitkannya Pergub sebagai payung hukumnya.

BACA JUGA: Temukan Kejanggalan CPNS 2018, Laporkan ke Togar Situmorang

Acara peresmian di tingkat provinsi yang dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih diawali dengan pementasan tari sakral Rejang Renteng dan Tari Baris Kincang Kincung. Setelah itu dilanjutkan dengan pemakaian destar kepada Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta serta dua tokoh masyarakat yakni Prof Made Surada dan Prof I Nengah Duija oleh Wagub Bali Cok Ace. Acara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Rai Pidada dari Griya Pasekan Klungkung.

Peresmian penggunaan busana adat Bali dan bahasa Bali turut dihadiri oleh Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali. Rangkaian peresmian ditutup dengan Tari Rejang Giri Kusuma. (ist)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top