Pesona

Rehabilitasi Terumbu Karang, KEHATI Rangkul Pemuda dari 65 Negara

pemuda dari 65 negara digalang KEHATI menanam terumbu karang di Nusa Dua (ban)

Kabarbali.com – Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) melalui mitranya, Divers Clean Action (DCA) berpartisipasi dalam acara Youth Leadership Summit 2018 di Nusa Dua, Bali Rabu 31 Oktober 2018.

Dalam acara tersebut DCA mengajak perwakilan para pemimpin muda dari berbagai negara dalam kegiatan penanaman terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua.

BACA JUGA: PengusahaTiongkok dan Ketua BTB Dilaporkan ke Polda Bali

Manajer Program Ekosistem Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Yayasan KEHATI, Basuki Rahmat mengungkapkan, Youth Leadership Summit merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Our Ocean Conference 2018 yang diselenggarakan di Nusa Dua, 29-30 Oktober 2018, yang diikuti 144 negara.

Ada 65 negara yang mengirimkan perwakilannya dalam Youth Leadership Summit 2018.

BACA JUGA: Tiga Poin Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan

“Keikutsertaan Yayasan KEHATI melalui DCA di forum Youth Leadership Summit 2018 ini merupakan bagian dari komitmen KEHATI dalam kegiatan konservasi laut, terutama melalui gerakan-gerakan anak muda. Melalui program penyelamatan pesisir dan pulau-pulau kecil, sebelumnya kami juga menggandeng mitra anak-anak muda untuk bergerak, seperti yang kami laksanakan di Pulau Kepulauan Seribu,” ujar Basuki.

Penanaman terumbu karang menjadi mata kegiatan yang dipilih oleh Yayasan KEHATI dalam keikutsertaannya di Youth Leadership Summit 2018 karena kegiatan tersebut sebagai bentuk aksi nyata konservasi laut, khususnya penyelamatan terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua, yang merupakan salah satu titik area favorit wisatawan.

BACA JUGA: Isu Penculikan Anak, Ini Imbauan KPPAD Bali

Terumbu karang, lanjut Basuki, merupakan bagian dari ekosistem laut yang rawan mengalami kerusakan. Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali pada tahun 2017 mencatat, ada 12 persen dari 7.200 hektar terumbu karang di perairan Bali yang rusak.

Ada beberapa faktor penyebab kerusakan tersebut, di antaranya perubahan suhu air yang diakibatkan perubahan iklim, pencemaran atau limbah lingkungan yang datang dari darat, dan lapisan minyak yang kemungkinan dihasilkan dari limbah kapal laut.

BACA JUGA: Tiap Bulan Ada 150 Kasus Baru HIV/AIDS di Bali

“Bisa pula kegiatan menyelam ataupun snorkeling pemula yang kurang memperhatikan kelestarian terumbu karang,” imbuh Basuki.

Dalam kegiatan penanaman terumbu karang ini, Yayasan KEHATI melalui DCA akan menggunakan metode Mars Accelerated Coral Reefs Rehabilitation System (MARRS).

Metode ini memanfaatkan struktur besi spider-web di tempat di mana karang ditanam.

BACA JUGA: Jokowi Minta Produksi Sawit Digenjot Lagi

Struktur tersebut berfungsi untuk mengisi gap antara sisa karang alami, menstabilkan terumbu karang, membatasi reruntuhan karang dan menyediakan substrat untuk habitat pemulihan, serta peningkatan keanekaragaman hayati karang secara alami.

“Dengan metode ini, ikan dapat kembali dengan cepat ke area yang direhabilitasi, memulihkan keseimbangan ekosistem, mengendalikan alga dan menciptakan dasar untuk perikanan berkelanjutan di masa depan, serta ekowisata laut yang lestari,” papar Basuki.

BACA JUGA: Alumni Smansa Singaraja Jadi Korban Lion Air Jatuh

Acara penanaman terumbu karang akan dimulai pukul 07.30. Sebelum penanaman, masing-masing pimpinan perwakilan pemuda dari berbagai bangsa diberi kesempatan untuk memberikan sambutan.

Acara akan ditutup dengan kegiatan menyelam dan snorkeling bersama serta penanaman 50 struktur spider terumbu karang. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top