Politik

Rai Wirajaya: Pemuda Hindu Harus Jadi Pelopor Perubahan

I Gusti Agung Rai Wirajaya (TIGA DARI KIRI) PADA ACARA Mahasabha XI Peradah Indonesia (RIK)

strong>Kabarbali.com – Pemuda adalah harapan bangsa. Presiden RI pertama, Ir Soekarno pernah mengatakan, beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

Demikian sambutan yang disampaikan I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE., MM., anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan 2014-2019 dapil Bali saat mendampingi Menpora RI pada acara Mahasabha XI Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia di Gedung Kawala Palangkaraya Kalimantan Tengah, yang berlangsung dari tanggal 1-4 November 2018.

BACA JUGA: Sikap Tegas Togar Situmorang terhadap TKA Ilegal Asal Tiongkok

Menurut Rai Wirajaya kata-kata tersebut mencerminkan bahwa pemuda sebagai harapan bangsa harus memiliki motivasi dan semangat persatuan kesatuan dalam mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia.

Cita-cita Bangsa Indonesia ini sebagaimana dinyatakan dalam alinea kedua pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), bahwa perjuangan pergerakan kemerderkaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa, mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

BACA JUGA: Siemens Healthineers Luncurkan Atellica Solution, Penganalisis Diagnostik Canggih

Hal tersebut juga dituangkan dalam tujuan nasional Bangsa Indonesia yang terdapat dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945 yaitu membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut berperan aktif dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Politisi PDI Perjuangan dari Peguyangan, Denpasar ini juga mengatakan, di tengah isu SARA dan konflik agama, tentunya sikap nasionalisme dan karakter yang berbudi luhur sangat diperlukan.

BACA JUGA: Rehabilitasi Terumbu Karang, KEHATI Rangkul Pemuda dari 65 Negara

“Bagaimana mewujudkan suatu lingkungan yang etis, minim konflik dan kental akan toleransi. Hal tersebut bisa dimulai dari lingkungan kelompok pemuda,” tegas Ketua Taruna Merah Putih ini seraya menambahkan pemudalah yang mampu membawa perubahan sebagai agent of change dan bahkan pemudalah yang mampu untuk mengubah alur kehidupan bangsa ini.

“Indonesia telah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan pada saat itu tantangan kita adalah melawan penjajah. Namun, di era milenial ini tantangan kita adalah bagaimana merontokkan paham-paham yang dapat memecah belah bangsa,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pengusaha Tiongkok dan Ketua BTB Dilaporkan ke Polda Bali

Seperti diketehui, ada begitu banyak paham-paham yang menimbulkan fanatisme terhadap suatu ajaran agama, sehingga situasi tersebut dikhawatirkan bisa membelah bangsa ini. Sejatinya pemuda merupakan ujung tombak dari berlangsungnya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pemuda merupakan kunci dari kesuksesan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, sudah tentu pengembangan karakter yang mandiri dan tangguh sangat diperlukan menuju generasi emas 2045 dan juga era industri 4.0, pemuda dituntut untuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya agar tidak kalah dengan bangsa lainnya.

BACA JUGA: Tiga Poin Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan

“Bagaimana pemuda khususnya pemuda Hindu mampu untuk menjadi garda terdepan dan menjadi pelopor perubahan”, pintanya.

Nasionalisme yang kian menyurut di generasi muda dan banyaknya pengaruh budaya dari luar, juga merupakan tantangan terbesar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Isu Penculikan Anak, Ini Imbauan KPPAD Bali

“Bagaimana kita mewujudkan lingkungan yang jauh dari kata perpecahan dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pengamalan Pancasila yang kian menyurut dan paham fanatisme yang semakin tinggi merupakan pekerjaan rumah besar kita bersama untuk memadamkan itu semua”, ujarnya.

Melalui Mahasabha XI Peradah Indonesia, Rai Wirajaya berharap mampu mewujudkan dan menjalin tali kekeluargaan antar sesama pemuda Hindu di Indonesia.

BACA JUGA: Tiap Bulan Ada 150 Kasus Baru HIV/AIDS di Bali

“Mari lakukan perubahan yang lebih baik demi Indonesia tumpah darah kita. Pemuda merupakan ujung tombak bangsa dan yakinlah bahwa pemuda mampu membuat perubahan yang lebih baik demi Indonesia Jaya,” ajaknya penuh semangat. (rik)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top