Siapa Dia

Radendra Suastama: Kampus Benteng Terakhir Melawan Radikalisme

Koordinator Rembuk Nasional Dr Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., (rik)

Kabarbali.com – Tepat setahun Deklarasi Nusa Dua dilahirkan oleh 3.300 pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia yang terdiri dari rektor, ketua dan direktur yang diselenggarakan di Peninsula, Nusa Dua. Ya, 26 September 2018 ribuan petinggi kampus dari aeluruh Indonesia berkumpul di Bali. Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan yang digagas untuk membahas upaya rongrongan terhadap ideologi Pancasila.

Selang setahun, ribuan pimpinan perguruan tinggi itu kembali berkumpul. “Dari pelaksanaan deklarasi tahun lalu, saat ini kami berkumpul kembali untuk menindaklanjutinya secara kongkret”, ujar penggagas dan Koordinator Rembuk Nasional Dr Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., di sela-sela acara Rembuk Nasional Peringatan Setahun dan Tindak Lanjut Deklarasi Nusa Dua pada 26-27 September 2018, di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Rabu 26 September 2018.

BACA JUGA: Kiat Sukses Jagir Advertising di Tengah Gempuran Modernitas

Pada acara bertajuk ‘Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme’ itu ia melanjutkan, radikalisme merupakan ideologi yang berbahaya. Tanpa disadari, radikalisme sudah merasuk ke berbagai lini kehidupan, termasuk dalam dunia kampus.

Dugaan paham radikalisme masuk kampus harus segera ditindaklanjuti dan patut diwaspadai, karena menurut Radendra, kelompok radikal tersebut berusaha menggunakan legitimasi ilmiah.

BACA JUGA: Ditetapkan Jadi Caleg, Togar Situmorang Minta Doa Restu

“Ini sangat berbahaya. Saat paham radikal menggunakan legitimasi agama, mereka juga memakai legitimasi ilmiah dan akademis dengan membawa paham radikalisme masuk ke perguruan tinggi,” ucapnya, seraya menambahkan, jika itu terjadi maka kelompok radikal akan memiliki senjata yang lengkap dan hal itu harus dilawan.

Karena itu, Radendra yang juga Ketua Yayasan STIMI Handayani ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, agar memiliki kesadaran bahwa kampus adalah benteng terakhir melawan radikalisme.

BACA JUGA: Ngurah Aryawan Siap Ngayah Pecahkan Masalah Sosial

“Kampus harus menjadi benteng yang tidak bisa ditembus oleh sebuah pemikiran-pemikiran yang menghalalkan kekerasan, menghalalkan kebencian dan menghalalkan permusuhan,” katanya.

“Dari sudut pandang universal manapun, tidak ada ruang untuk kekerasan”, tambah Radendra. Bangsa Indonesia, ia melanjutkan, memiliki sebuah dasar negara yakni Pancasila. Ideologi di dalam tubuh Pancasila sangat multi dimensional. “Orang ideologi mengatakan, jika dipilah, maka Pancasila merupakan satu ideologi yang paling multi dimensional dan komprehensif. Pancasila harus kita jaga dan pertahankan dari berbagai rongrongan apapun,” tegas dia.

BACA JUGA: SIAPA DIA Nopi Jayanti Bayar Tunai Kepercayaan Surya Paloh

Ia menjelaskan, dalam tubuh Pancasila terdapat berbagai dimensi kehidupan yang dijadikan pedoman hidup rakyat Indonesia. “Di sana ada ketuhanan, ada kemanusiaan, ada nasionalisme, ada demokrasi dan juga keadilan sosial. Sangat komprehensif,” papar Radendra.

Di sisi lain, Radendra menuturkan jika hasil dari pertemuan ini akan disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo. “Secara teknis, rumusan dari pertemuan ini diharapkan menjadi rujukan Menristekdikti, Menteri Agama dan menteri yang lain serta materi-materi lain penyelenggara strategi dan kurikulum pendidikan Pancasila di perguruan tinggi,” jelas Radendra yang juga sering menjadi presenter di sebuah stasiun televisi swasta lokal di Bali.

BACA JUGA: Kadek Dwi Yustiawati, Srikandi Nusa Penida Siap Ngayah untuk Pembangunan Klungkung

Sementara itu, Kepala LLDikti VIII, Profesor Dasi Astawa mengapresiasi gagasan mempertemukan kembali para pimpinan perguruan tinggi ini untuk aksi kebangsaan melawan radikalisme dan intoleransi yang semakin nyata dirasakan saat ini.

“Maka, dari rembug nasional ini akan muncul rumusan-rumusan pokok pencegahan radikalisme dan juga penguatan ideologi Pancasila”, ucapnya. (rik)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top