Peristiwa

Peringati Hari Perlindungan Lapisan Ozon, Kodim Bangli Tanam 10 Ribu Pohon

Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli, Letkol Himawan Teddy Laksono (kanan) bersama Bupati Bangli, I Made Sugianyar (dvi)

Kabarbali.com – Dalam rangka memperingati Hari Perlindungan Lapisan Ozon yang jatuh tanggal 16 September setiap tahunnya, Kodim 1626/Bangli melakukan aksi penanaman 10 ribu pohon. Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli, Letkol Himawan Teddy Laksono menjelaskan, aksi penanaman pohon yang dipusatkan di Tugu Pahlawan Desa Wisata Penglipuran itu juga dalam rangka memperingati Hari Emisi Nol yang jatuh pada 20 September dan Hari Pohon Sedunia pada tanggal 21 September setiap tahunnya.

Turut hadir pada kesempatan itu Bupati Bangli I Made Gianyar, jajaran Polres Bangli, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), kalangan dunia usaha seperti PT Sangsang, pelajar di Kabupaten bangli dan sejumlah stakeholder lainnya.

BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Personel, Kodim Bangli Ikut KMD Tingkat Nasional

Ia menjelaskan, sebagai kawasan tropis, Pulau Bali memiliki luasan hutan sekitar 72 ribu hektar. Dari jumlah itu, berdasarkan data BPS tahun 2017, Bangli memiliki 9.341,28 hektar hutan. Dengan kata lain, dari 52.081,00 hektar luas wilayah Bangli, 17,94 persen adalah areal hutan.

“Dengan kondisi itu, Kabupten Bangli menyumbangkan 20 persen oksigen kepada Pulau Bali. Ini yang harus terus kita jaga. Kami, Kodim 1626/Bangli tergerak untuk terus mengingatkan kepada kita semua betapa pentingnya pohon bagi kehidupan manusia dan mahluk lainnya di bumi ini,” kata Dandim di sela aksi penanaman pohon, Senin 16 September 2019.

BACA JUGA: Jatuh ke Dasar Jurang, Pemuda di Buleleng Beruntung Masih Selamat

Melalui kegiatan ini, Dandim yang karib disapa Letkol HTL itu berharap menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya para pelajar yang dilibatkan pada kegiatan tersebut sebagai generasi penerus bangsa untuk terus hidup berdampingan dengan alam sebagaimana prinsip Tri Hita Karana yang diusung umat Hindu Bali.

“Kalau kita merawat alam, maka alam juga akan menjaga kita. Bumi ini planet kita, tempat kita tinggal dan hidup. Kita diberikan air, makanan dan udara oleh bumi ini. Maka, kita juga harus memberikan sesuatu kepada alam supaya ada timbal balik. Mari kita berikan energi positif dari hati yang tulus, pikiran dan karakter yang jernih untuk kebaikan hubungan timbal balik dengan alam,” katanya.

BACA JUGA: Polda Bali dan Polisi New York Jalin Kerja Sama Bidang Intelejen

Seperti kita ketahui bersama, Letkol HTL melanjutkan, hutan yang ditumbuhi pepohonan menutupi 30 persen permukaan bumi. Namun dari data yang dihimpunnya, diperkirakan setiap detiknya 1,5 hektar hutan di dunia ditebang. Artinya, terjadi pengurangan kontribusi hutan sebesar 12-17 persen untuk emisi global gas rumah kaca setiap tahunnya.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengingatkan manusia akan pentingnya pohon bagi kehidupan makhluk hidup lainnya untuk memerangi pemanasan global, mencegah banjir, tanah longsor, tempat hidup fauna (burung) dan membuat iklim mikro yang baik,” tutur dia.

BACA JUGA: Rawat Kebhinekaan, Kodim Bangli Ajak Siswa Papua Olahraga

Berdasarkan data FAO tahun 2010 hutan dunia – termasuk di dalamnya hutan Indonesia – secara total menyimpan 289 gigaton karbon dan memegang peranan penting menjaga kestabilan iklim dunia.

Sayangnya, kerusakan hutan di Tanah Air cukup memprihatinkan. Berdasarkan catatan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2 persen dari hutan Indonesia menyusut tiap tahunnya. Data Kementerian Kehutanan menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia, 42 juta hektar di antaranya sudah habis ditebang.

BACA JUGA: Januari-Agustus, Bali Nusra Diguncang 3.690 Gempa

“Melalui event ini yang berkaitan dengan HUT TNI, kami memiliki tema ‘TNI Profesional Kebanggaan Rakyat’. Jadi, kami ingin betul-betul memberikan makna kepada masyarakat luas, terutama di Kabupaten Bangli termasuk di Penglipuran ini,” ujarnya.

Selain melakukan penanaman 10 ribu pohon, jajaran Kodim 1626/Bangli juga menggelar karya bakti berupa donor darah dan pasar murah yang langsung diserbu oleh warga Penglipuran dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Menteri Rini: Reklamasi Pelabuhan Benoa untuk Pariwisata Bali

Di sisi lain, Bupati Bangli, I Made Gianyar mengspresiasi langkah yang diambil oleh Kodim 1626/Bangli. Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh Kodim 1626/Bangli ini perlu diketahui oleh khalayak luas dan patut diapresiasi.

“Seperti disampaikan oleh Pak Dandim tadi, ini untuk memperingati Hari Lapisan Ozon Dunia, Hari Emisi Nol dan Hari Pohon Dunia. Ini perlu kita sosialisasikan dan perlu diketahui bersama. Terlihat gerakannya kecil dari Kabupaten Bangli, tetapi maknanya besar, jangkauannya dunia bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Udara itu tidak ada batasnya. Ini ide kreatif dari Dandim Bangli yang patut kita apresiasi,” kata Bupati. (dvi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top