Peristiwa

Pengusaha Tiongkok dan Ketua BTB Dilaporkan ke Polda Bali

Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan (dok)

Kabarbali.com – Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan menepati janjinya melaporkan beberapa toko jaringan asal Tiongkok ke Polda Bali. Senin kemarin, 29 Oktober 2019, Tirtawan melaporkan kasus itu ke Polda Bali.

Surat Pengaduan dengan nomor 01-LAPDU/X/2018, tertanggal 29 Oktober 2018. Selain Tirtawan, ada Ketua Dewan Pembina LSM-FPMK Gede Suardana sebagai pelapor.

BACA JUGA: Tiga Poin Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan

Mereka yang dilaporkan adalah sejumlah pemilik toko jaringan asal Tiongkok yang secara khusus yang terlibat dalam pembuatan kesepakatan dengan Bali Tourism Board (BTB) belum lama ini.

Mereka adalah Bambang Putra, Aliang, Benny Fonda, Perwakilan Onbase Group Xu Y Hon Gue Juli, Perwakilan Mahkota Group Xie Jin Bao Shen Jiulong dan perwakilan Mosso Group Suryadi Amid.

BACA JUGA: Isu Penculikan Anak, Ini Imbauan KPPAD Bali

Selain mereka, Tirtawan juga melaporkan ketua BTB, Ida Bagus Agung Parta Adnyana. “Kami sudah laporkan ke Polda beberapa pihak, khususnya mereka yang kita sebut mafia Tiongkok seperti group Mahkota, Onbase, termasuk Ketua BTB,” kata Tirtawan saat dikonfirmasi.

Dalam laporan tersebut, Tirtawan menyertakan sejumlah bukti berupa dokumen dan rekaman. Dokumen yang dimaksud adalah kesepakatan yang dilakukan BTB dengan toko asal Tiongkok, bukti stempel burung garuda dan lainnya.

BACA JUGA: Tiap Bulan Ada 150 Kasus Baru HIV/AIDS di Bali

Laporan ini sudah diterima oleh pihak Polda Bali, yaitu Ketut Ramayana. “Agar lebih cepat, laporannya seperti pengaduan dulu. Nanti jika diperlukan kami siap dipanggil,” ujar Tirtawan.

Tirtawan menyebut sejumlah dugaan tindak pidana oleh jaringan Tiongkok itu, yakni dugaan penggunaan lambang Burung Garuda pada stempel tokonya, mempekerjakan tenaga kerja asing secara ilegal dan penipuan yang merugikan nama baik Bali.

BACA JUGA: Cok Ace Minta Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri

Adapun nama ketua BTB diseret karena dianggap melindungi aktivitas para pelaku usaha Tiongkok dengan membuat kesepakatan belum lama ini.

“Kami harapkan Polda Bali bisa melakukan penyelidikan terkait adanya tindak pidana oleh pelaku wisata dan oknum warga Tiongkok di Bali,” kata Tirtawan.

BACA JUGA: Sumpah Pemuda Tonggak Perekat Persatuan

Politikus Partai NasDem asal Buleleng ini mengatakan, tak ada alasan bagi untuk mendiamkan kasus tersebut. Ia mengharapkan agar laporan itu bisa secepatnya diproses. Menurut dia, permainan para pelaku usaha Tiongkok ini telah merugikan citra Bali dan Indonesia secara umum.

“Ini harus diusut tuntas. Bagaimana bisa lambang negara dilecehkan, bagaimana sampai Ketua BTB membuat kesepakatan dengan jaringan mafia itu. Itu mesti diusut, agar masalah ini tidak lagi terjadi di kemudian hari. Jangan sampai citra pariwisata Bali rusak oleh permainan seperti ini,” pungkas Tirtawan. (bpt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top