Budaya

Pelebon Ida Pedanda Istri Rai Pemayun, Ibunda Gus Oka Menyatu dengan Alam

Prosesi Pelebonan Ida Pedanda Istri Rai Pemayun (ban)

Kabarbali.com – Senin 16 Desember 2018 Ida Pedanda Istri Rai Pemayun telah menyatu dengan alam. Prosesi pelebon Ibunda Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa berlangsung khidmat.

Prosesi pelebon berjalan tanpa hambatan. Prawartaka Karya Pelebonan Ida Pedanda Istri Rai Pemayun, Ida Bagus Made Gunawan menjelaskan, prosesi pelebonan menunggu hari baik yang jatuh pada hari ini bertepatan dengan Soma Umanis Sungsang dalam istilah kalender Bali.

BACA JUGA: Penderita Diabetes Meningkat, Begini Cara Mengatasinya

“Untuk upacara ibu kami tecinta yang diselenggarakan hari ini dalam kalender Bali disebut Soma Umanis Sungsang. Ibi kami wafat pada 30 November 2018 lalu pada usia 71 tahun,” kata Gunawan saat ditemui di Griya Uln Jungutan, Senin 16 Desember 2018.

Ia menjelaskan, untuk di griya, ada tiga orang pendeta yang memimpin proses memuput. Sejak pagi, prosesi memuput telah dilaksanakan oleh ketiga pendeta Hindu tersebut. “Beliau bertiga memuput di griya. Setelah selesai maka menunggu waktu berangkat menuju tempat kremasi. Untuk waktunya di atas pukul 12.00 WITA,” paparnya.

BACA JUGA: Di Istana Bogor, PBB Nyatakan Dukungan untuk Jokowi

Mendekati pukul 12.00 WITA persiapan dilakukan. Lembu putih digotong mwnuju jalan raya. Segala keperluan upacara dipersiapkan. Hingga karangan bunga ikut diarak berbaris rapi menuju tempat persucian akhir mendiang Ida Pedanda Istri Rai Pemayun. Di barisan depan, foto dengan ukuran jumbo dibawa oleh cucu mendiang yang terus saja meneteskan air mata. Berat rasanya melepas kepergian ibu, nenek dan pemimpin spiritual yang terkenal lembut hati itu.

“Di tempat persucian akhir akan ada sepuluh pendeta yang beryoga. Setelah itu prosesi dilanjutkan ke Pantai Jasti. Tulang yang sudah menjadi abu itu akan ditebar ke pantai. Dalam konsep agama Hindu, unsur itu bisa segera kembali kepada Tuhan. Semakin cepat semakin baik. Maka kita larung ke laut agar menyatu dengan alam,” papar Gunawan.

BACA JUGA: Belanja Pakai Uang Kepeng, Sensasi Bali Tempo Dulu di Peken Nusantara

Kepergian Ida Pedanda Istri Rai Pemayun tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluwga. Wwrga masyarakat juga merasakan ikut kehilangan perempuan yang terkenal penyabar itu. Dari catatan Gunawan, sejak beliau wafat hingga sehari sebelum diantarkan menyatu dengan alam, sekitar tujuh ribu orang datang melayat.

“Khusus pada hari pelebonan sekitar 3.500 orang ikut mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhir. Jadi kalau ditotal sejak pertama beliau wafat hingga prosesi pelebonan tamu yang melayat melebihi 10 ribu orang,” ujarnya. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top