Siapa Dia

Nopi Jayanti Bayar Tunai Kepercayaan Surya Paloh

Sekretaris DPW partai NasDem Provinsi Bali, Luh Putu Nopi Seri Jayanti

Kabarbali.com – Malam beranjak pagi. Suara ayam berkokok tak membuyarkan konsentrasinya ke layar laptop. Meski lelah, ia terus memelototi layar datar laptop. Jari leniknya terus saja menari di keyboard laptop yang dibawanya. Ditemani oleh Ketua Komisi Saksi Nasional (KSN) Deny Varindra, Luh Putu Nopi Seri Jayanti menyelesaikan surat gugatan Partai NasDem Bali terhadap KPU Bali atas pencoretan 12 caleg dapil Buleleng. “Yang ada di benak saya waktu itu adalah memenuhi dulu syarat formil gugatan. Lainnya bisa menyusul,” kata Nopi membuka perbincangan.

Tugas Nopi memang lumayan berat. Di usianya yang masih terbilang sangat muda (32 tahun) perempuan asal Buleleng itu diberi kepercayaan sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bali. Tak salah Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa menunjuknya sebagai sekretaris.

BACA JUGA: 12 Caleg Batal Dicoret KPU, NasDem Gelar Syukuran

Ya, Nopi Jayanti tak sekadar mengandalkan kecantikan belaka. Latar belakangnya sebagai advokat adalah modal intelektual amanat itu dijatuhkan kepadanya. Ia membuktikannya kala memenangkan gugatan yang berakhir kemenangan DPW Partai Nasdem Provinsi Bali atas KPU Bali melalui proses mediasi yang difasilitasi Bawaslu Bali. Dengan kemenangan itu, Nopi Jayanti membayar tunai kepercayaan sang Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh.

Ya, NasDem Bali merupakan satu dari dua DPW yang tidak disupervisi oleh DPP Partai NasDem dalam hal sengketa pada proses pencalegan. Alasannya, NasDem Bali dianggap sudah bisa mandiri menyelesaikan sengketa politik proses pencalegan. Dan, Nopi Jayanti membayar tunai kepercayaan yang diberikan kepadanya.

BACA JUGA: Gus Oka Optimis NasDem Gemilang di Pemilu 2019

Kepada Kabarbali.com, calon legislatif (caleg) Partai NasDem untuk DPRD Bali dapil Buleleng ini menceritakan perjuangannya hingga bisa memenangkan proses politik yang cukup menyita perhatian publik Bali itu. Bagi Nopi, menyelamatkan 12 caleg NasDem dapil Buleleng yang dicoret oleh KPU Bali bukan hanya untuk kepentingan partai belaka.

Terlalu kerdil baginya jika tindakannya dilakukan hanya untuk menyelematkan kepentingan kelompok dan golongannya saja (baca: Partai NasDem). Lebih jauh dari pada itu, yang ada dibenaknya adalah menyelamatkan proses demokrasi di tanah kelahirannya.

BACA JUGA: Politik Tanpa Mahar, Alasan Gek Rani Hijrah dari Demokrat ke NasDem

Katanya, begitu diberi tahu jika 12 caleg NasDem dapil Buleleng dinyatakan gugur oleh KPU Bali, Nopi langsung mengambil inisiatif untuk mengajukan gugatan atas keputusan itu. Sebab, NasDem hanya punya waktu tiga hari saja untuk menyatakan keberatan setelah keputusan itu dikeluarkan KPU Bali. Malam harinya, Nopi langsung gerak cepat mengerjakan surat gugatan untuk disampaikan ke Bawaslu Bali.

“Jadi, aku mengerjakan sendiri bergadang buat gugatan sampai jam 6 pagi. Aku kan posisinya sekretaris wilayah. Kemudian karena memang sudah menjadi tanggung jawab plus memang karakter aku itu tidak boleh ada yang tertinggal satu pun di belakang, 12 caleg kita ini hangus. Ada (caleg) perempuan di sana, ada saudaraku di sana, ada rumahku di sana, itu yang buat aku termotivasi jika mereka harus diselamatkan,”tutur perempuan berparas cantik ini.

BACA JUGA: Tim Rescue NasDem Sisir Wilayah Pedalaman Bantu Korban Gempa Lombok

Gugatan itu sendiri, Nopi melanjutkan, diajukan bukan berlandaskan amarah terhadap KPU Bali atas keputusannya yang mencoret 12 caleg Nasdem dapil Buleleng. Melainkan dalam rangka memperkuat proses demokratisasi yang merupakan tanggung jawab sinergi antara partai politik, KPU an Bawaslu.

“Ini pasti miss-komunikasi. Pasti ada yang bisa diselesaikan bersama-sama. Kita ini bukan koruptor, bukan pelaku pelecehan seksual atau pribadi yang diamanatkan oleh undang-undang tidak boleh dipilih atau dicabut hak pilihnya. Masih ada kesempatan untuk memperjuangkan teman kita, apalagi itu perempuan. Sekarang kan amanat undang-undang kita menginginkan ada keterwakilan perempuan. Ketika itu hangus, kita logika saja, keterwakilan perempuan kita hilang,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Karangasem Gerak Cepat Kunjungi Korban Gempa

“Sementara di sisi lain, KPU, Bawaslu dan partai politik harus bersinergi bagaimana memunculkan peran perempuan di parlemen. Kita ini kan negara demokrasi. Apa artinya itu semua tanpa keterwakilan perempuan. Itu yang bikin aku semangat memperjuangkan nasib mereka,” tambah ibu dua anak ini.

Nopi langsung bergerak cepat. Ia langsung menyusun gugatan dan mempersiapkan alat buktinya. Sejak sore hari ia memfokuskan diri untuk hal itu hingga esok pagi hari sekali.

BACA JUGA: ‘Diantar Jokowi’ Pakai Ontel, NasDem Bali Daftar Caleg ke KPU

“Saya sampai pulang dulu ke Buleleng untuk menitipkan anak saya agar bisa fokus menyusun surat gugatan. Saya langsung kembali ke Denpasar (Kantor DPW NasDem Bali) untuk menyusun surat gugatan. Pagi hari sekitar pukul 09.00 WITA, surat gugatan itu kita daftarkan lengkap dengan alat buktinya,” terang dia.

“Legal standing kita jelas, alat bukti kita lengkap, masuk gugatan itu. Yang saya inginkan adalah syarat formil kita lengkap dulu agar kita tidak melampaui masa daluarsa, baru kita pikirkan strategi berikutnya. Yang penting tiket awal untuk meloloskan 12 orang itu sudah kita pegang. Ibarat nonton bioskop, yang penting tiketnya sudah kita pegang dulu. Entah filmya terputar atau tidak, itu urusan di dalam,” imbuhnya menambahkan.

Berkat perjuangam dan upayanya memerjuangkan hak politik partainya, 12 caleg NasDem dapil Buleleng dipulihkan hak politiknya. Mereka bisa kembali melanjutkan proses pencalonan mereka pada Pileg 2019.(ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top