Peristiwa

Napi di LP Karangasem Kendalikan Peredaran Narkoba

Kabarbali.com – Kadek Rusdi seorang narapidana (napi) yang mendekam di Lapas Kelas IIB rupanya tak jera atas vonis delapan tahun dalam kasus narkoba. Kadek Rusdi malah semakin menggila dengan mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu-sabu dari dalam lapas tempatnya mendekam.

Hal ini terungkap setelah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali menangkap empat orang remaja bernama Riri, Retno Purwaningsih, I Gede Agus Mahayasa alias Dede dan I Gede Darmawan alias Lenong.

BACA JUGA: Dikirim Jalur Udara dari Medan, BNN Ringkus Pengedar 29 Kg Ganja

Mereka ditangkap di Jalan Cempaka Permai Selatan, Desa Padangsambian, Denpasar Barat, pada Sabtu 11 Januari 2020 karena kepemilikan narkoba jenis sabu.

Keempatnya menjadi pengedar dan pengguna narkoba yang dikendalikan oleh Kadek Rusdi. Kepala BNN Bali, Brigadir Jenderal Polisi I Putu Gede Suastawa dalam keterangannya mengungkapkan, pada saat diamankan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), petugas menemukan 11 paket narkoba jenis sabu.

BACA JUGA: Turis Asal Inggris Nekat Terjun ke Dasar Jurang Uluwatu

Saat dilakukan penggeledahan kamar kos tersangka yang berada tak jauh dari TKP petugas menemukan sembilan paket narkotika jenis sabu. “Barang bukti yang diamankan berupa tujuh plastik klip sabu dengan berat bersih 54,09 gram, dua plastik klip dengan berat kotor 1,18 gram dan sebelas plastik klip sabu dengan berat bersih 2,64 gram. Saat ini kami masih melakukan pengembangan,” tutur Suastawa, Senin 20 Januari 2020.

Saat diinterogasi, para tersangku mendapatkan narkoba dari Kadek Rusdi yang mendekam di Lapas Kelas IIB Karangasem. BNNP pun berkoordinasi dengan pihak lapas untuk mengamankan Kadek Rusdi. Kadek Rusdi hari itu juga bersama empat tersangka lainnya digiring ke Kantor BNN Bali untuk dilakukan tindak lanjut.

BACA JUGA: Gubernur Koster: Kualitas Tanah, Air dan Alam Bali Menurun

“Total barang buktinya sebanyak 20 paket dengan berat bersih 57,47 gram. Para tersangka ini bisa berkomunikasi dengan napi di dalam lapas itu karena napinya pegang handphone. Pada saat mau kami amankan, baru handphone napi ini diamankan petugas lapas,” tutur Suastwa.

Selain mengamankan barang bukti berupa sabu, petugas juga mengamankan buku catatan penjualan narkoba dan tiga buah handphone yang digunakan untuk berkomunikasi. Peran para tersangka yakni Dede dan Lenong sebagai peluncur, sementara Riri dan Retno sebagai pemecah barang.

“Untuk sementara keempat tersangka bersama napi pengendali yakni Kadek Rusdi kami amankan di Kantor BNN Bali. Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tandasnya. (wkl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top