Bisnis

Menteri Rini: Reklamasi Pelabuhan Benoa untuk Pariwisata Bali

Menteri BUMN RIni Soemarno menegaskan jika reklamasi pelabuhan Benoa untuk pariwisata Bali (ban)

Kabarbali.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menyebut perluasan Pelabuhan Benoa dengan cara reklamasi diperuntukkan untuk pengembangan pariwisata Bali. Hal itu ditegaskan Rini saat mengunjungi areal dumping I reklamasi Pelabuhan Benoa, Selasa 10 September 2019.

Menurut Rini, salah satu tujuan perluasan Pelabuhan Benoa adalah agar kapal-kapal cruise dengan bobot besar bisa bersandar di Pelabuhan Benoa.

BACA JUGA: Sambut HUT TNI, Kodim 1626/Bangli Gagas ‘Run for Bali’

“Pembangunan ini juga ditujukan untuk mendatangkan cruise ship, wisatawan dunia yang tidak terpisahkan dari program pariwisata kita untuk menggaet wisatawan dunia. Kita harapkan dapat semakin membantu meningkatkan pariwisata di Bali,” kata Rini.

Selain itu, mengenai vegetasi mangrove yang mati seluas 17 hektar sebagaimana diklaim olrh Pemerintah Provinsi Balo, Rini menyebutnya telah dilakukan rehabilitasi melalui prnanaman kembali bibit mangrove baru di areal terdampak.

BACA JUGA: Tawarkan Jasa Prostitusi Online, Pria Asal Yogyakarta Dibekuk

“Saya mengecek ke sini karena dalam pembangunan itu kan memakan waktu, dalam arti merealisasikan aktivitas-aktivitasnya. Tadi dijelaskan harus ada pendalaman dahulu, kemudian ada mangrove yang harus diperbaiki, sehingga harus ada penanaman ulang,” papar dia.

Rini juga mengaku mendengarkan langsung pendapat masyarakat sekitar, dalam hal ini tokoh adat dan nelayan mengenai dampak reklamasi Pelabuhan Benoa.

BACA JUGA: Email Diretas, Pria Asal Kanda Tertipu Rp1 Miliar

“Saya juga mendengar langsung dari masyarakat di sini, terutama para nelayan dan para tokoh adat sudah benar-benar setuju dan memberikan tempat yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Lebih layak, lebih baik, sehingga masyarakat lebih nyaman,” katanya.

Yang terpenting, Rini mengklaim menyaksikan langsung bagaimana adat istiadat dan budaya terjaga dengan baik, meski terjadi pembangunan yang cukup pesat di sekitar Pelabuhan Benoa.

BACA JUGA: Komplotan Kejahatan Skimming Asal Bulgaria Dibekuk Polda Bali

“Bahwa dalam pembangunan juga harus ada adat istiadat, budaya yang mesti dijaga. Dan saya senangnya aktivitas pembangunan di Pelindo III ini betul-betul bisa menjaga itu.

Saya berpesan kepada tokoh adat agar ikut mengawasi jalannya pembangunan agar adat istiadat dan budaya tetap terjaga, tidak hilang, bahkan dipertahankan dan dikembangkan,” harapnya.

BACA JUGA: Peserta Maybank Marathon Bali 2019 Meninggal, Ini Kata Panitia

Hal lainnya, Rini melihat dampak positif dari perluasan Pelabuhan Benoa adalah keberadaan nelayan yang semakin mudah untuk melaut.

“Dengan pembangunan ini memudahkan nelayan melaut. Dulu pendangkalan membuat nelayan sulit melaut. Ini sudah dibuatkan kanal, sehingga kedalamannya cukup, sehingga nelayan dapat langsung melaut,” tutur Rini. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top