Budaya

Mengenang Mendiang Ibunda Gus Oka, Pribadi Lembut nan Penyabar

Prosesi Pelebonan Ida Pedanda Istri Rai Pemayun (ban)

Kabarbali.com – Senin 17 Desember 2018 bertepatan dengan Soma Umanis Sungsang, Ibunda Ida Bagus Oka Gunastawa, Ida Pedanda Istri Rai Pemayun diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir. Hari itu, istri dari Ida Pedanda Gede Made Buruan itu menyatu dengan alam melalui prosesi pelebon setelah beliau wafat pada tanggal 30 November 2018.

Anak kandung Ida Pedanda Istri Rai Pemayun yang bertindak sebagai Prawartaka Karya, Ida Bagus Made Gunawan tak kuasa menahan kenangan indah sang ibunda. Ditemani adiknya, Ida Bagus Agung Gunarthawa, Gunawan menceritakan sosok ibunda tercinta.

BACA JUGA: Pelebon Ida Pedanda Istri Rai Pemayun, Ibunda Gus Oka Menyatu dengan Alam

Di mata keluarga, Ida Pedanda Istri Rai Pemayun merupakan pribadi penyabar nan lembut hati. “Beliau dilahirkan pada tahun 1947. Usia beliau saat ini 71 tahun. Di usia yang masih muda, tepatnya 14 tahun beliau menikah dengan Ida Pedanda Gede Made Buruan,” tuturnya sesaat sebelum prosesi pelebonan dilakukan.

Di usia yang masih muda, Gunawan menilai Ida Pedanda Istri Rai Pemayun telah memikul tanggung jawab yang amat besar. “Beliau adalah pribadi yang perkasa, tapi tidak meninggalkan sifat keibuan, kelembutannya, sehingga dalam kehidupan membesarkan kami anak-anaknya, penuh dengan kasih sayang,” paparnya.

BACA JUGA: Penderita Diabetes Meningkat, Begini Cara Mengatasinya

Kelembutan hati Ida Pedanda Istri Pemayun bukan bualan belaka. Hal itu te cermin dalam tindakannya sehari-hari dalam mendidik anak-anaknya. Diamini Gunarthawa, Gunawan menyebut jika sang ibu tak pernah menunjukkan rasa marah kala mendidik mereka.

“Sampai usia saya sekarang ini yang menginjak 50 tahun, tak pernah sekalipun kami merasakan kemarahan beliau. Beliau selalu mendidik kami dengan lembut. Selalu mendukung apa yang anak-anak lakukan, baik dalam pendidikan, kehidupan sosial maupun lainnya,” tuturnya.

BACA JUGA: Di Istana Bogor, PBB Nyatakan Dukungan untuk Jokowi

Tahun 1997, Gunawan menyebut ibunya mendwijati atau dilahirkan kembali menjadi orang suci. Beliau memiliki nama baru yakni Ida Pedanda Istri Rai Pemayun.

“Beliau mengabdi kepada masyarakat menerapkan ajaran sasta agama kurang lebih selama 21 tahun,” jelasnya. Selama proses itu, Gunawan menuturkan jika sifat aslinya dicurahkan dalam melayani spiritual masyarakat.

BACA JUGA: Belanja Pakai Uang Kepeng, Sensasi Bali Tempo Dulu di Peken Nusantara

“Dalam melayani masyarakat sikao beliau sama seperti mendidik kami yakni sangat penyabar, lembut, keibuan,” ucapnya. Ada satu hal yang diingat betul oleh Gunawan. Pesan itu disampaikan mendiang ibunya kepada keluarga besarnya. Hal itu pula yang selalu dipegang baik-baik oleh anak-anak maupun keluarga besar Ida Pedanda Istri Rai Pemayun.

“Yang selalu disampaikan kepada kami agar keluaga ini utuh bersatu, hidup rukun. Itu modal bagi segalanya. Dengan bersatu, bersama, kita bisa melakukan apa saja,” kenangnya. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top