Analisa

Mengenal Ormas GARBI dan Cita-cita Indonesia Adidaya

deklarasi ormas garbi bali (ckl)

Kabarbali.com – Sabtu sore, sekitar dua ribu orang eks kader dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bali yang belum lama ini menyatakan mengundurkan diri massal mendeklarasikan kendaraan baru. Gerobong politik anyar untuk membangun Indonesia itu bernama Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).

Mahfuz Sidik, salah satu tokoh nasional yang hadir pada deklarasi itu menyebut GARBI merupakan merupakan wadah bagi generasi muda Indonesia. “GARBI adalah ormas kebangsaan sebagai wadah generasi muda,” katanya.

BACA JUGA: Bangun Bangsa, Eks Kader PKS Bali Deklarasi Ormas GARBI

Bukan tanpa alas an kata Mahfuz GARBI menyasar anak muda yang lebih dikenal generasi milenial. 12 tahun ke depan dari sekarang, para pakar, termasuk Bappenas meyakini Indonesia akan masuk ke dalam fase yang disebut bonus demokgrafi.

“Artinya, jumlah penduduk produktif jauh lebih besar ketimbang penduduk produktif. Pada tahun 2030-2040 jumlah masyarakat Indonesia usia 15-64 tahun diprediksi mencapai 40 persen,” ujar dia.

BACA JUGA: Jokowi Center Klaim PAN Gianyar dan Badung Alihkan Dukungan

Di mata Mahfuz, bonus demografi harus dikelola dengan baik. Jika hal itu dilakukan secara baik, ia yakin dan percaya Indonesia akan tumbuh menjadi negara dengan kekuatan besar yang mempengaruhi dunia.

Ia mengambil contoh Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu melejit menjadi negara dengan poros kekuatan dunia kedua setelah mendapat bonus demografi. “(Bonus demografi) ini penting dikelola dengan baik. Tiongkok melejit menjadi kekuatan ekonomi dunia nomor dua ketika mereka memiliki bonus demografi. Bahkan kekuatan ekonomi Tiongkok mengancam Amerika Serikat,” papar dia.

BACA JUGA: Jokowi Center Korda Badung Dikukuhkan, Target Sapu Bersih Suara 85%

Berangkat dari pengalaman Tiongkok, Mahfuz meyakini bukan hal mustahil Indonesian akan menjelma menjadi kekautan adidaya nomor lima dunia. Keyakinan itu semakin menambah tebal optimismenya manakala Indonesia memiliki modal besar menuju arah itu.

Indomesia, kata dia, sudah sejak lama memiliki modal cukup menjadi bangsa besar dan kuat di dunia. “Ada tiga hal yakni pertama, modal geografis, di mana letak Indonesia amat strategis bagi perdagangan dunia. Kedua adalah kekayaan alam yang kita miliki dan ketiga, SDM (Sumber Daya Manusia) nomor empat terbesar di dunia,” papar dia.

BACA JUGA: Doakan Korban Tsunami Palu, Partai NasDem Gelar Persembahyangan

“Kalau modal ini dikelola dengan baik, visi kuat, kepemimpinan maju, maka visi, ambisi dan ekspektasi menjadikan Indonesia kekuatan besar dunia bukan hal mustahil,” tambah Mahfuz.

Hanya saja, untuk menuju ke arah tersebut, Mahfuz menilai ada beberapa tantangan yang mesti dihadapi dan dipecahkan oleh bangsa ini. Pertama, kata dia, individualism dan a-nasionalisme yang menggejala pada generasi muda kita. Saat ini,  kita hidup dalam dunia global. Banyak generasi muda sekarang ini menjadi generasi dunia. Pada titik itu semangat kolektivisme dan nasionalismenya mulai tergerus.

BACA JUGA: Revisi UU Provinsi Bali Sudah Masuk Prolegnas

“GARBI tampil menjawab tantangan ini. Kita tetap brrgaul sebagai masyarakat dunia tetap memupuk kolektivisme dan nasionalisme,” terangnya.

Kedua, saat ini kita dihadapkan pada fenomena semangat primordialisme yan meusak persatuan dan keharmonisan sebagai suatu bangsa. “Satu hal yang harus kita sadar, perjalanan panjang membangun dan mengisi kemerdekaan telah kita lakukan dan bertumpu pada realistas masyarakat Indonesia yang beragam agama, suku, budaya, adat dan bahasa,” tutur dia.

BACA JUGA: KPUD Bali Butuh 85 Ribu KPPS dan 24 Ribu Linmas

Yang terjadi belakangan ini justru menguatnya sentimen berbasis etnis, suku dan agama. “Kalau tidak dikelola dengna baik bisa mengancam persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa,” ingat Mahfuz. Ketiga, pragmatisme politik yang dengan mudah tunduk pada hegemoni asing.

Ia menjelaskan, negara maju di dunia memiliki agenda internasional. Mereka menjaga betul kedaulatan negaranya, tetapi tidak menutup kerja sama.

BACA JUGA: Koster Terbitkan Pergub, Tiap Kamis Wajib Pakaian Adat Madya

“Kalau kita ingin maju, kita harus pastikan elit politik di negeri ini mulai dari parpol, birokrasi hingga konglomerasinya itu tidak tunduk pada kekuatan asing. Kita punya independensi dan kedaulatan, meski kita tetap membuka kerja sama,” tegas dia.

Untuk menjawab tantangan itu, Mahfuz menuturkan GARBI memiliki ide dan visi mendorong Indonesia maju menjadi kekuatan nomor lima dunia.

BACA JUGA: Kader Mundur Massal, Begini Reaksi Ketua DPW PKS Bali

“Ini yang kita maksud arah baru Indonesia. Apakah arah Indonsia selama ini salah? Tidak. Pendahulu kita sudah melewati perjalanan panjang dan benar membangun Indonesia,” beber Mahfuz.

“GARBI ingin memperbesar target capaian Indonesia dan memperpanjang langkahnya menjadi kekuatan besar dunia,” demikian Mahfuz. (ckl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top