Peristiwa

Majikan Penyiram Air Panas ke Pembantu Ditahan Usai Diperiksa Polda Bali

Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bali, Komisaris Besar Andi Fairan (ban)

Kabarbali.com – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bali bergerak cepat melakukan penanganan kasus penyiraman air panas ke tubuh asisten rumah tangga (ART) bernama Eka Febriyanti. Majikan korban, Desak Made Wiratiningsih dan Kadek Erik Diantara yang berprofesi sebagai satpam di rumah tersebut (sebelumnya ditulis anak Desak Made Wiratinigsih) langsung ditangkap untuk menjalani pemeriksaan. Keduanya lantas ditetapkan tersangka dan langsung ditahan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bali, Komisaris Besar Andi Fairan membenarkan penetapan tersangka yang berujung penahanan terhadap para pelaku penyiksaan Eka Febriyanti. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” kata Andi Fairan, Kamis 15 Mei 2019.

BACA JUGA: Jurus Jitu Teco Bungkam Persebaya Surabaya

Dasar penetapan tersangka, menurutnya, adanya dua alat bukti yang cukup untuk menunjukkan jika keduanya telah melakukan penyiksaan kepada korban. “Dua alat bukti itu keterangan ahli dan visum,” paparnya. Andi Fairan, juga meluruskan bahwa awalnya kasus tersebut berawal dari laporan korban Eka Febriyanti ke SPKT Polda Bali bersama kuasa hukumnya Supriyono, pada Rabu kemarin.

Dalam laporan tersebut, Eka Febriyanti yang merupakan ART yang berkerja di rumah tersangka Desak Made Wiratiningsih melaporkan mendapatkan penganiayaan oleh majikannya Desak Made Wiratiningsih, Santi Yuni Astuti yang merupakan adik tiri Eka Febriyanti (sebelumnya ditulis anak Desak Made Wiratiningsih) dan sekaligus pembantu juga di sana serta Kadek Erik Diantara yang merupakan satpam.

BACA JUGA: Konsentrasi Jadi Biang Kerok Kekalahan Persebaya dari Bali United

“Awalnya laporannya seperti itu. Kemudian semalam berdasarkan laporan tersebut kita melakukan penangkapan kepada yang ketiga terlapor ini, setelah itu kita dalami,” kata Andi Fairan. Dari hasil penyelidikan, Santi tega ikut melakukan penyiraman kepada kakaknya sendiri lantaran diacam oleh majikannya yakni Desak Made Wiratiningsih. Tak hanya itu, fakta baru terungkap jika Santi ternyata adalah korban penganiayaan juga dari majikannya.

Sementara Kadek Erik Diantara yang merupakan satpam di rumah itu memang sengaja melakukan itu, tanpa ada tekanan dan bekerjasama melakukan penganiayaan kepada korban. “Pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman 10 tahun penjara,” jelasnya. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top