Bisnis

Komitmen Perangi Sampah Plastik, KFC Gunakan Paper Bag

kfc dengan bangga mengganti kantong plastik menjadi paper bag untuk kemasan produk mereka (ban)

Kabarbali.com – Kepedulian terhadap bahaya sampah plastik ditunjukkan oleh restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC). General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia, Hendra Yuniarto menuturkan, KFC berkomitmen dan mendukung penuh upaya pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bali yang tengah gencar memerangi sampah plastik.

Dalam kerangka itu, Hendra menyebut KFC kini telah mengganti kantong plastik di seluruh gerainya dan beralih menggunakan paper bag. “Stok (plastik) di gudang sekarang nol. Kita sudah stop pengiriman. Sebagai penggantinya kita lounching paper bag. Kenapa kita beralih ke paper bag, selain upaya mendukung program pemerintah, kami juga tetap memerhatikan kenyamanan konsumen, kata Hendra, Jumat 5 Juli 2019.

BACA JUGA: Peduli Lingkungan, KFC Siapkan Sedotan dari Stainless

Hendra mengakui dengan peralihan dari penggunaan plastik ke paper bag terjadi pengeluaran yang cukup signifikan dari perusahaan. “Untuk sedotan, Hendra menyebut setahun perusahaan harus mengeluarkan kocek senilai Rp2 miliar.

Sementara untuk kantong plastik sekali pakai, total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar Rp5 miliar lebih. Dijelaskannya, setelah menggunakan paper bag, jumlahnya membengkak hingga 600 persen atau sekitar Rp30 miliar. “Ini adalah komitman kami terhadap lingkungan hidup dengan menjalankan gerakan tanpa kantong plastik,” ujarnya.

BACA JUGA: Ada Romansa di Shrida Restoran Ubud

Hendra mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh supplier KFC mulai penyedia bumbu, ayam dan lainnya. Diakuinya, program pengurangan sampah plastik di KFC masih ada kendala lantaran masih ada supplier yang menggunakan plastik sebagai kemasannya.

Kendati begitu, Hendra kini menerapkan sistem terhadap sampah plastik yang masih ada di gerai-gerai KFC. “Kita lakukan manajemen sampah (plastik). Sampah di gerai kita olah lagi agar memiliki nilai guna,” jelasnya.

BACA JUGA: BBTF Dongkrak Pariwisata Indonesia, Bali Jadi Market Place

Menurutnya, peralihan dari kantong plastik ke paper bag bukan tanpa alasan. Saat ini, penggunaan paper bag adalah pengganti yang mudah dijangkau oleh industri dibanding harus menyediakan kantong daur ulang. Sebab, kantong daur ulang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyiapkan, ditambah sejumlah fasilitas dan teknologi yang mesti dipersiapkan.

KFC sendiri sesungguhnya merupakan pioneer dalam konteks mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. “Kita lakukan itu dari dua tahun lalu, tepatnya saat Coral Day pada tanggal 8 Mei 2017. Itu kita mulai di Jakarta dan kita mulai ke daerah-daerah pada tahun 2018,” papar Hendra.

BACA JUGA: Tampil di Ja’an Cafe, Kahitna Sapa Fans di Bali

Pengagas Komunitas Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari menambahkan, pada tahun 2017 pihaknya melakukan ekspedisi keliling Bali bersama tim #kelilingbali yang diinisiasi oleh Make a Change World dan Bye Bye Plastic Bag.

Dari data yang dikumpulkannya, mereka menemukan satu partikel mikroplastik per 300 hingga 3.300 liter di seputar lautan Bali dan sampah plastik sekali pakai antara 30.50 persen hingga 74.89 persen. “Hal ini menunjukkan tingginya jumlah sampah plastik di Bali, yang berpotensi merusak pariwisata alam Bali,” ulasnya.

BACA JUGA: Gaet Turis, Kyriad Royal Hotel Tawarkan Tradisi Megibung

Perempuan yang karib disapa Tania itu mendukung upaya KFC mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang merupakan upaya dukungan terhadap pemerintah untuk mengurangi penggunaan 70 persen kantong plastik sekali pakai pada tahun 2025.

“Data yang kami miliki, sampah di laut 80 persen dari darat, sisanya dari aktivitas laut. Kontribusi terbesar penyumbang sampah di laut adalah pemukiman dan ritel,” beber dia.

BACA JUGA: Riset UI, Gojek Sumbang Rp1,9 T untuk Ekonomi Denpasar

Sementara dari data BPS, ber tahun ada 10 miliar lembar sampah kantong plastik di Indonesia. Sedangkan data dari Dirjen Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, dalam satu hari ada tiga ribu ton sampah di Bali. “Dari jumlah itu, 13 persennya adalah sampah plastik. Itu sekitar 400 ton.52 persennya tidak terkelola dengan baik. Saat tidak terkelola, maka sampah plastik itu lari ke laut,” katanya.

Komitmen KFC terhadap lingkungan telah ditunjukkan sejak tahun 2012 melalui program KFC Green Action. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari program penanaman lahan gersang di tahun 2007.

BACA JUGA: Peselancar Wanita Pertama Asal Indonesia Berkompetisi di Ajang WSF

Semangat peduli lingkungan kemudian diperkuat dengan gerakan No Straw Movement sejak Mei 2017 lalu. Di awal Juli 2019, KFC juga mempersembahkan stainless straw eksklusif, dalam rangka 40 tahun KFC Indonesia.

Program lainnya berupa gerakan budaya beberes dan gerakan pengelolaan sampah. Gerakan budaya beberes mengajak konsumen KFC agar senantiasa membereskan setiap sisa makanannya di manapun, tidak hanya di restoran KFC, dan lalu membuangnya ke tempat sampah. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top