Siapa Dia

Kiat Sukses Jagir Advertising di Tengah Gempuran Modernitas

Gede Agus Weda atau yang akrab disapa Jagir (rls)

Kabarbali.com – Bagi masyarakat luas nama Jagir Printing advertising mungkin bukan nama yang asing lagi di dunia jasa reklame dan sejenisnya. Hampir 70 persen jasa reklame dan segala bentuk baliho dengan berbagai ukuran dikerjakan oleh tangan dingin Gede Agus Weda atau yang akrab disapa Jagir ini.

Weda Jagir memang pantang menyerah menggeluti bisnisnya. Meski masih muda, usaha yang dijalankannya ini membuat namanya sangat dikenal di berbagai kalangan mulai dari politisi, pengusaha, pemerintahan, dunia entertainment, bahkan hingga masyarakat sipil. Meski tergolong pengusaha muda sukses, Weda Jagir tetap menjadi pribadi sederhana yang tak pernah memilih dalam bergaul.

BACA JUGA: Peduli Kelestarian Curik, PLN Bali Utara Gelontor CSR

Pekerjaan yang digelutinya membuka pergaulannya, sehingga bisa diterima dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman saat ini. Mengawali usahanya di 2006, pria bertato namun sedikit bicara ini tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk memulai karir dan bisnis di dunia advertising.

Apalagi, pada zaman itu jumlah kreator yang bergerak di bidang jasa reklame masih bisa dihitung dengan jari. Artinya, untuk bisnis printing dan advertising ini bisa dibilang masih minim.

BACA JUGA: Pertemuan IMF-World Bank, BI Optimis Ekonomi Bali Tumbuh 6%

Selain itu, pada zaman itu baliho masih bisa terpasang bebas di berbagai sudut kota untuk menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat yang membacanya. Tapi saat ini, semua mulai dibatasi dengan aturan, sehingga ruang gerak pun mulai sedikit terbatas.

Bermodalkan kreativitas dan seni, Weda Jagir menawarkan berbagai jasa reklame printing indoor dan outdoor serta interior dan eksterior ke konsumen, yang tentunya disambut dengan respon positif dari mereka. Bahkan tak jarang beberapa konsumen menggunakan jasa Jagir Printing dan Advertising ini menjadi militan, tak ingin pindah ke tempat lain.

BACA JUGA: Skema Parkir Pesawat Delegasi IMF-World Bank di Bandara Ngurah Rai

Weda Jagir mengakui, seiring perkembangan zaman dan modernisasi dunia advertising, ia tak lagi bisa sendiri merajai bisnis ini. Mau tidak mau mulai bermunculan pesaing-pesaing yang tentunya harus siap dihadapinya dengan berbekal kreativitasnya. Modernisasi diakui membuat semua orang berpeluang untuk mendapat tempat khususnya dalam bisnis reklame dan sejenisnya.

Ia menggambarkan, bila dulu orang harus punya kamera foto dengan harga puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus, namun saat ini cukup dengan smartphone, ditambah permainan editan komputer, semua bisa dikerjakan dengan cepat.

BACA JUGA: Menguji Kelemahan Mal Pelayanan Publik di Badung

Ia meyakini bisnis yang dijalankannya adalah bisnis kreatif yang membutuhkan pemikiran yang cerdas yang dipadukan dengan nilai seni, sehingga suatu karya bisa memiliki pesan yang siap disampaikan dan terbaca oleh orang yang melihatnya.

“Saya tetap bertahan di bisnis yang saya rintis dari nol ini. Saya yakin meski semua berpeluang untuk mempunyai usaha yang sama, namun yang namanya selera, apalagi nilai seni, pasti masing-masing punya poin. Buat saya yang penting tetap jaga kualitas dan profesional, pasti orang tetap akan pakai jasa kami,” ungkap pria yang hobi otomotif, memelihara burung dan anjing ini.

BACA JUGA: Akhir Bulan, Proyek Bandara Ngurah Rai untuk IMF-World Bank Rampung

Mendapat dukungan penuh dari Eka Dwi Yanthi, sang istri tercinta, tentu bisa menjadi semangat tersendiri untuk ayah 3 orang anak ini. Pada saat-saat tertentu biasanya selalu banyak dimanfaatkan seperti pemilu, Pilkada, event-event besar, konser musik dan acara lainnya.

Tamatan sarjana akuntansi Universitas Warmadewa ini berusaha menjual ide kreatifnya dalam sebuah karya yang diharapkan bisa menyampaikan pesan kepada orang lain. Inilah nilai lebih dari bisnis yang pihaknya geluti hingga saat ini. Usahanya yang berada di Jalan Tukad Balian, Gang Jagir ini selalu disibukkan dengan pengerjaan baliho, mulai dari ukuran kecil hingga besar, spanduk berbagai ukuran dan layanan reklame lainnya.

BACA JUGA: Bandara Ngurah Rai Tambah Peralatan Keamanan Senilai Rp3 M

“Konsumen buat kami bukan hanya sebagai rekan kerja yang butuh jasa kami, tapi menurut saya mereka adalah bagian dari usaha saya, sehingga kami masih bisa bertahan di tengah gempuran persaingan bisnis advertising ini. Karenanya, tali silaturahmi, persaudaraan dan komunikasi selalu kita jaga agar hubungan bisa berkesinambungan,” ungkap Jagir.

Tidak jarang pengguna jasa advertisingnya ini selalu datang dan datang lagi yang menunjukkan kinerja Jagir Printing dan Advertising ini sangat serius memenuhi keinginan konsumen. Bahkan, beberapa event besar sukses di tangan pria yang suka naik motor besar ini.

BACA JUGA: Teknologi Makin Canggih, ASN Wajib Adaptasi

“Jatuh bangun meraup untung atau rugi untuk pengusaha lokal sekelas saya menjadi hal biasa. Yang paling penting adalah bagaimana menjaga kepercayaan dengan menunjukkan profesional serta bagaimana bisa bangkit dan tetap percaya dan yakin bahwa kita tepat di bisnis ini menjadi faktor utama yang membuat Jagir bisa tetap dipercaya konsumen hingga saat ini,” tutupnya sambil tersenyum tipis. (rls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top