Budaya

Ketika Sampah Plastik Bikin ‘Dewa Laut’ Murka

Baruna Murthi (dmb)

Kabarbali.com – Sebuah karya seni monumental untuk membangitkan kesadaran masyarakat akan bahaya sampah plastik di laut diresmikan hari ini di Sanur, Denpasar. Karya tersebut diharapkan mampu menginspirasi warga masyarakat untuk membedung gelombang pencemaran sampah plastik.

Karya yang diberi nama Baruna Murthi itu menunjukkan bagaimana dampak mengerikan sampah plastik terhadap laut. Karya tersebut diinisiasi oleh UN Environment (UNEP) bekerjasama dengan Coral Triangle Center (CTC) bersama Yayasan Pembangunan Sanur dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Direktur Eksekutif CTC, Rili Djohani menjelaskan, Baruna Murthi sepenuhnya dibuat dari material sampah dan limbah. Karya seni yang terinspirasi dari ogoh-ogoh ini diluncurkan untuk menandai Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tahun 2018. Karya itu juga menjadi bagian dari instalasi seni multi-kota dari UN Environment yang mengusung tema “Melawan Sampah Plastik” (Beat Plastic Pollution).

“Kami bekerja bersama semua pihak untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak sampah plastik bagi laut dan kehidupan di dalamnya,” kata Rili, Rabu 6 Juni 2018. Karya seni serupa, Rili melanjutkan, juga direncanakan berlangsung di Auckland, Bangkok, Beijing, Manila, Seoul, Shanghai, Singapore, Tokyo dan Yangon.

BACA JUGA: Yuk, Tengok Anggrek Langka di Kebun Raya Bedugul

Bentuk karya-karya seni ini beragam, mulai dari abstrak, karya budaya hingga bentuk-bentuk tak lazim. Di Hong Kong, sebuah guci plastic raksasa seberat 400 kilogram akan menjadi pusat perhatian di areal Central. Sementara di Auckland sebuah parasut angina (windsock) seukuran bus terbuat dari kantong plastik akan digantung di Jembatan Timur kota.

Di Bangkok, para pengunjung Mall Central World dapat berjalan melewati tujuh gerbang besar yang terbuat dari puluhan ribu kantong plastik. “Kami memerlukan aksi nyata dari seluruh pihak dan pemangku kepentingan untuk mengatasi sampah plastik, karena hal ini telah menjadi masalah lokal, nasional, global. Kami harap kisah dan pengaruh Baruna Murthi dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli kepada laut dan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.”

Salah satu perupa Baruna Murthi, I Gede Wedhana menjelaskan, karya seni ini terinspirasi dari budaya dan mitologi Bali. Patung ini merupakan perwujudan dari Baruna–Dewa Laut di Bali yang tengah dirundung amarah karena sampah dan limbah plastik di laut. Akibat dari kemurkaannya ini, Baruna lalu berubah wujud menjadi ikan barong raksasa dan mengirim petuah kepada manusia untuk berhenti merusak laut yang selama ini telah memberi begitu banyak manfaat bagi seluruh makhluk hidup di darat.

“Saya ingin menarik minat masyarakat, baik warga setempat atau wisatawan, untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di pantai dan daerah pesisir, untuk mengurangi penggunaan plastik, dan lebih menjaga lingkungan,” ujar Wedhana. (dmb)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top