Politik

Pakai Jurus ‘1-2-13’, PKS Optimis Rebut Hati Publik Bali

Ketua DPW PKS Provinsi Bali, Hilmun Nabi' (dok)

Kabarbali.com – Belum lama ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar konsolidasi nasional di Jakarta. Ketua DPW PKS Provinsi Bali, Hilmun Nabi’ menjelaskan, acara itu dihadiri oleh 1.247 wakil rakyat dari PKS di berbagai tingkatan mulai dari DPR RI, DPRD tingkat provinsi hingga DPRD kabupatem/kota se-Indonesia.

“Konsolidasi nasional itu untuk menyambut Pemilu 2019. Intinya laporan survei terakhir, terkait kabar gembira dan lainnya. PKS dalam hal ini mengharapkan supaya yang 1247 itu duduk lagi, syukur bisa bertambah,” kata Hilmun saat berbincang dengan Kabarbali.com di Denpasar, Rabu 13 Februari 2019.

BACA JUGA: Sabet 2 Penghargaan Bergengsi, Royal Tulip Jimbaran Bidik Milenial

Ia memaparkan, Pemilu 2019 target perolehan suara PKS adalah sebesar 12 persen. Pada pemilu tahun 2014, partainya meraup suara sebesar 7 persen secara nasional.

Ia optimis akan pencapaian target tersebut. “Optimismenya karena postur caleg lebih heterogen terdiri dari berbagai macam unsur. Soliditas pengurus juga makin menguat, sehingga sekarang ini kami solid sekali. Meski ada riak di dalam tapi sudah diselesaikan,” katanya.

BACA JUGA: Cara Nasdem Jembrana Tekan Golput di Pemilu 2019

Di Bali sendiri, Hilmun target perolehan suara PKS disebutnya dengan ‘satu, dua dan tiga belas’. Artinya, satu kursi DPR RI dari Bali, dua kursi di DPRD Provinsi Bali dan 13 kursi DPRD kabupaten/kota se-Bali.

“Target perolehan suara untuk mencapainya adalah 120 ribu suara. Kita berharap dari 13 dapil di Bali yang kita targetkan bisa memenuhi realisasi 120 ribu suara.

BACA JUGA: Di Istana Bogor, PBB Nyatakan Dukungan untuk Jokowi

Target itu, naik cukup signifikan. Pasalnya, pada pemilu tahun 2014 PKS hanya memperoleh enam kursi di DPRD kabupaten/kota di Bali saja. Saat ini, dengan kesiapan yang cukup matang, Hilmun optimistis target itu dapat tercapai. “Struktur partai sangat solid, formasi lengkap, SDM siap. Hanya rekrutmen saksi yang masih kurang,” papar caleg nomor urut 1 dari PKS untuk DPRD Provinsi Bali itu.

Sementara itu, Hilmun menjamin gesekan internal yang sempat mendera partainya, di mana ramai-ramai kader PKS di Bali keluar massal, tak akan berpengaruh banyak terhadap target perolehan suara.

BACA JUGA: Belanja Pakai Uang Kepeng, Sensasi Bali Tempo Dulu di Peken Nusantara

“(Ada) impact iya, tapi tidak signifikan. Eksistensi partai itu dilihat dari seberapa besar dukungan publik. Terlepas dari pengurus sedikit, tetapi dukungan masyarakat riil, maka dia eksis. Kami meyakini polemik itu tidak mempengaruhi target suara,” katanya.

Apalagi, dalam tiga kali pemilu, sebagai partai berbasis Islam PKS cukup mendominasi perolehan suara. “Sekarang kita lebih solid, satu semangat. PKS dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, yang terbesar di antara partai Islam. Kita ingin terus mempertahankan itu. Kita optimistis. Di Kota Denpasar kita satu fraksi targetnya. Periode lalu (pemilu tahun 2014) hanya kurang satu kursi saja,” ucapnya. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top