Peristiwa

Januari-Agustus, Bali Nusra Diguncang 3.690 Gempa

Kepala Balai Besar Metereologi, Klimstologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Taufik Gunawan (ban)

Kabarbali.com – Kepala Balai Besar Metereologi, Klimstologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Taufik Gunawan memaparkan data cukup mencengangkan berkaitan kegempan yang mengguncang wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali-Nusra). Periode Januari hingga Agustus 2019, Taufik menyebut wilayah Bali-Nusra diguncang 3.690 kali gempa.

“Untuk peta seismisitas Bali-Nusra, ada 3.690 kejadian gempa periode Januari-Agustus dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer,” kata Taufik di kantornya, Rabu 11 September 2019.

BACA JUGA: Menteri Rini: Reklamasi Pelabuhan Benoa untuk Pariwisata Bali

Menurut Taufik, dari ribuan gempa yang mengguncang, gempa terasa hanya terjadi empat kali saja. Khusus di Bali, gempa terasa terjadi pada 16 Juli 2019 yang sempat merusak beberapa bangunan. “Kita sedang mengamati terus daerah-daerah aktif di cluster-cluster ini. Untuk gempa terasa hanya empat kali terjadi,” ujarnya.

Dijelaskannya, hal itu terjadi lantaran wilayah Bali-Nusra amat dekat dengan pertemuan lempeng bumi. Daerah yang dekat dengan pertemuan lempeng menurut Taufik akan berpotensi sering mengalami kegempaan.

BACA JUGA: Sambut HUT TNI, Kodim 1626/Bangli Gagas ‘Run for Bali’

“Gempa-gempa ini terjadi di bawah Magnitudo 5. Hanya sebagian kecil yang di atas Magnitudo 5. Jadi, sebetulnya kondisi yang wajar mengalami sering terjadi gempa ketika sebuah wilayah berada di dekat pertemuan lempeng,” terang dia.

Jumlah sebanyak itu, Taufik melanjutkan, hanya yang tercatat oleh alat milik instansinya dan yang dapat dianalisa. “Jumlah sesungguhnya lebih daripada itu, karena semakin rapat alat kita, semakin banyak kegempaan yang bisa kita tangkap,” katanya lagi.

BACA JUGA: Tawarkan Jasa Prostitusi Online, Pria Asal Yogyakarta Dibekuk

Dipaparkannya, dibandingkan periode tahun sebelumnya terjadi sedikit peningkatan jumlah gemoa yang mengguncang. Hal itu berkaitan dengan gempa yang terjadi dengan Magitudo besar. “Biasanya gempa yang cukup besar akan diikuti oleh banyaknya gempa-gempa susulan,” papar dia.

Yang terpenting dari semua iti, Taufik mengingatkan jika mitigasi adalah hal utama. Masyarakat harus disiapkan dengan baik jika gempa terjadi. Pemerintah pun wajib mengantisipasi dengan mitigasi yang cukup baik. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top