Bisnis

Gubernur Harap IJCST 2018 Rumuskan Pembangunan Berkelanjutan

GUBERNUR BALI, WAYAN KOSTER (AMO-BALI)

Kabarbali.com – Pembangunan secara berkesinambungan di berbagai aspek kehidupan semakin digalakkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi era 4.0. Oleh karena itu, diperlukan berbagai inovasi yang mampu menjadi alternatif pemecahan beragam permasalahan sosial dari disiplin ilmu terkait, baik bidang sains maupun sosial.

Sehingga, pembangunan berkelanjutan perlu mendapatkan perhatian lebih dengan menghadirkan penelitian terkini berbasis pembangunan masyarakat dari akademisi, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan secara optimal.

BACA JUGA: Janji Pelatih Persib Pada Bonek yang Tak Bisa Dipenuhi, Apa Itu?

Hal ini dikatakan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya saat membuka secara resmi International Joint Conference On Science and Technology (IJCST) di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Kamis 18 Oktober 2018.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang datang dari berbagai negara. Menurut Koster, merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Bali, karena Bali kembali dijadikan sebagai tempat konferensi bertaraf internasional.

BACA JUGA: Siap Pimpin Perubahan, Prabowo Komitmen Empat Pilar Kebangsaan

“Kehadiran bapak dan ibu di Bali turut memberi kontribusi bagi pembangunan perekonomian di Bali,” ucapnya. Lebih lanjut Koster mengatakan, Bali merupakan pulau kecil dengan luas wilayah 5.636,66 kilometer persegi, terdiri dari 9 kabupaten/kota, 57 kecamatan, 716 desa/kelurahan dan 1.493 desa adat dengan jumlah penduduk 4,2 juta jiwa.

Bali memiliki lebih dari 5.000 pura sehingga dikenal sebagai Pulau Seribu Pura. “Karateristik yang lain, Bali dikenal sebagai pulau yang unik karena memiliki alam, manusia dan budaya yang menyatu dalam satu kesatuan tatanan kehidupan, yang terus hidup di tengah-tengah masyarakat dalam dinamika perubahan global,” ujarnya.

BACA JUGA: Prabowo: Jangankan Hotel, Buah yang Dimakan Turis di Bali Hasil Impor

Ke depan, dikatakan Koster, pembangunan Bali akan fokus dengan memprioritaskan konservasi alam, manusia dan budaya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang artinya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia secara sakala dan niskala.

Oleh karena itu, orientasi, arah kebijakan dan program pembangunan Bali ke depan akan ditata kembali yang diselenggarakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi, dengan pendekatan dari hulu sampai ke hilir, dalam satu kesatuan wilayah Bali yang berpihak dan taat asas pada genuine Bali.

BACA JUGA: Bertekad Bungkam Persib, Persebaya Ingin Jauhi Zona Degragasi

Untuk itu, gubernur berharap konferensi ini dapat menghasilkan berbagai rumusan dan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mendukung pemberdayaan komunitas masyarakat.

“Tentu saja, rumusan dan konsep pembangunan yang dihasilkan secara nyata akan dapat diimplementasikan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan demi kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” katanya.

BACA JUGA: Bali Dijual Murah, Togar Minta Turis Tiongkok Dikontrol Ketat

“Oleh karena itu, sebagai Gubernur Bali sekaligus mewakili masyarakat Bali, Saya menyambut baik penyelenggaraan konferensi ini,” pungkasnya. IJCST merupakan konferensi tahunan dengan penyelenggaraan berbasis konsorsium perguruan tinggi di Indonesia sejak tahun 2016.

Konferensi ini merupakan platform internasional bagi ilmuwan, peneliti, praktisi dan pemerintah untuk mendiskusikan penelitian dan praktik interdisipliner yang berfokus pada tema ‘Social, Science, Humanities and Education for Sustainable Development to Support Community Empowerment’. (amo-bali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top