Pesona

Gaet Turis, Kyriad Royal Hotel Tawarkan Tradisi Megibung

Jajaran manajemen dan owner Kyriad Hotel Seminak (ban)

Kabarbali.com – Beragam cara dilakukan hotel di Bali untuk menggaet turis mancanegara. Salah satunya adalah menawarkan tradisi yang menjsdi kebiasaan orang Bali untuk dapat dinikmati. Salah satunya seperti ditawarkan oleh Kyriad Royal Hotel yang terletak di kawasan Seminyak, Kuta.

Salah satu strategi yang ditawarkan mereka agar turis mau menginap di fasilitas yang mereka tawarkan adalah merasakan tradisi megibung. Megibung adalah tradisi masyarakat Bali yang dikembangkan oleh warga di Kabupaten Karangasem. Megibung merupakan tradisi makan bersama dalam satu wadah.

BACA JUGA: Tak Hanya Eka, Desak Juga Siram Santi Air Panas

Tradisi ini bukan sekadar makan bersama. Ada aturan main untuk tradisi ini. Salah satunya adalah, makanan yang kita ambil menggunakan tangan tak boleh jatuh ke dalam wadah yang biasanya menggunakan tampah. Selain itu, meski kita sudah kenyang, tak boleh meninggalkan tempat duduk sepanjang teman kita masih makan.

Biasanya, megibung terdiri dari lima sampai enam orang. Semua makan menggunakan tangan. Tradisi ini bermula ketika zaman peperangan di Bali. Untuk mempercepat proses makan dan menghitung jumlah pasukan, tradisi ini dijalankan. Selain itu juga untuk mempererat tali persaudaraan.

BACA JUGA: Majikan Penyiram Air Panas ke Pembantu Ditahan Usai Diperiksa Polda Bali

Untuk melestarikan tradisi itu sekaligus memmberikan pengalaman baru bagi turis, mrgibung ditawarkan kepada yang mereka menginap di Kyriad Royal Hotel.

“Konsep megibung ini kami tawarkan kepada tamu keluarga. Tentu selain sebagai bagian melestarikan tradisi budaya Bali, juga untuk memberikan experinence kepada mereka yang menginap di sini,” kata General Manager Kyriad Royal Hotel Seminyak, Bali, I Gusti Ngurah Arya Wirawan, Sabtu 18 Mei 2019.

BACA JUGA: Jurus Jitu Teco Bungkam Persebaya Surabaya

Pada acara sof opening Kyriad Royal Hotel itu ia melanjutkan, selain megibung, tradisi ngelawar juga akan menjadi atraksi yang ditawarkan kepada tamu yang menginap. Ngelawar merupakan tradisi memasak masakan Bali saban kali hari raya Galungan atau Kuningan. “Ya betul, selain megibung kami juga menawarkan ngelawar kepada tamu yang menginap di sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kyriad Royal Hotel merupakan hotel bintang tiga yang memiliki 98 kamar. Ada lima kategori yakni superior room, deluxe room, executive room, suite room dan family room. “Rate yang kami tawarkan termurah Rp450 ribu dan paling mahal Rp1,7 juta,” katanya.

BACA JUGA: Riset UI, Gojek Sumbang Rp1,9 T untuk Ekonomi Denpasar

Director of Operation Kyriad Hotel Indonesia, Mugi Harjo menjelaskan, sejak dikembangkan pada tahun 2014, saat ini Kyriad Hotel Indonesia telah memiliki 11 unit yang tersebar di Indonesia.

“Hingga pertengahan tahun 2019, Kyriad Hotel Indonesia berencana membuka lima hotel di beberapa titik dit Indonesia. Hari ini dengan bangga kami sampaikan jika Kyriad Royal Hotel Seminya, Bali resmi beroperasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Peselancar Wanita Pertama Asal Indonesia Berkompetisi di Ajang WSF

Soal target pasar, Mugi menjelaskan selain China ia juga menyasar pasar Eropa. “Terutama juga Eropa Timur yang tengah brerkembang. Kami cukup optimistis karena kami terkoneksi dengan 1.700 travel agent di seluruh dunia,” tutur Mugi.

Sebelum diakuisisi, Kyriad Royal Hotel bernama Steenkool Hotel. Liong Hengky sebagai investor mengaku tertarik mengakuisisi karena bisnis hotel masih cukup menjanjikan. “Ini bisnis pertama saya di bidang perhotelan. Saya menilai bisnis perhotelan masih amat menjanjikan,” paparnya. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top