Analisa

Gaduh Jelang Pilpres dan Politik Bergembira Gus Oka

ketua dpw partai nasdem bali, ida bagus oka gunastawa (dok)

Kabarbali.com – Suasana perpolitikan nasional gaduh. Dua kubu seakan berhadap-hadapan. Bahkan, perang tagar terjadi di antara mereka. Kubu kontra Joko Widodo (Jokowi) mengusung tagar #2019GantiPresiden. Sementara barisan pendukung Jokowi menggunakan tagar #2019TetapJokowi dan #Jokowi2Periode.

Tak hanya perang opini, kericuhan pun terjadi di antara dua kubu di berbagai daerah. Yang paling hangat dan menyita perhatian publik adalah kericuhan deklarasi #2019GantiPresiden di Riau dan Surabaya.

Namun di sisi lain, berbanding terbalik dengan dukungan fanatik itu, kandidat yang mereka eluk-elukkan yakni Prabowo Subianto dan Jokowi justru berpelukan hangat di arena Asian Games usai pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusuma menambah koleksi emas kontingen Indonesia.

BACA JUGA: ‘Diantar Jokowi’ Pakai Ontel, NasDem Bali Daftar Caleg ke KPU

Kehangatan keduanya di pelukan Hanifan direspon positif berbagai pihak. Salah satunya oleh Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa yang memang sejak lama menggagas dan mengampanyekan politik bergembira.

Pria yang karib disapa Gus Oka itu amat senang dua tokoh nasional yang akan berkontestasi dalam Pemilu 2019 bisa bergandengan hangat demi kepentingan nasional. Di matanya, aktivitas politik jika disikapi dengan baik mirip dengan olahraga.

“Dia (politik) juga menjunjung hal-hal seperti sportivitas dan spirit kebersamaan. Tujuannya kan kita mencari yang terbaik. Ketika sesuatu yang terbaik itu bisa kita capai, ujung-ujungnya kan bisa meningkatkan rasa semangat berkompetisi yang lebih baik lagi,” kata Gus Oka saat berbincang dengan Kabarbali.com, Sabtu 1 September 2018.

BACA JUGA: Gus Oka Optimis NasDem Gemilang di Pemilu 2019

Seperti itulah harusnya dinamika politik dibangun menurut Gus Oka. Apalagi, Indonesia tak mengenal istilah oposisi. Di negara yang menganut istilah oposisi sekalipun, ia melanjutkan, tujuan akhirnya adalah mencari pemimpin yang terbaik.

“Dan tentunya menjaga sportivitas. Yang terbaik ketika benar kita nyatakan benar, ketika salah kita harus nyatakan salah. Jadi jangan sampai hantam kromo, yang penting berbeda. Segala sesuatu yang benar jadi salah, yang salah disalahkan lagi. Ini tidak sportif,” ujarnya.

Mengacu kepada peristiwa berpelukannya Jokowi dan Prabowo, politisi muda asal Kabupaten Karangasem ini mengajak semua lapisan masyarakat mencontoh kenegarawanan kedua tokoh tersebut.

BACA JUGA: Politik Tanpa Mahar, Alasan Gek Rani Hijrah dari Demokrat ke NasDem

“Kalau melihat pada peristiwa di mana Jokowi dan Prabowo berpelukan saya sebagai insan politik mengajak pada tujuan itun marilah kita seperti itu. Tujuan yang mau kita capai kan kemajuan bangsa ini, bukan kekuasaan orang per orang, kelompok per kelompok. Salah besar kalau kita melihat demokrasi ini dari sudut pandang kekuasaan. Tetapi, demokrasi ini kan tujuan akhirnya pada kemaslahatan,” terangnya.

Jika pun Indonesia bukan menganut demokrasi melainkan misalnya sistem kerajaan atau monarkhi, sepanjang kemaslahatan rakyat sebagai tujuan bisa tercapai, Gus Oka tak mempermasalahkannya.

“Nah, karena kita sudah sepakat sebagai bangsa yang memilih demokrasi, kita harus hormati. Mari kita junjung tinggi sportivitas yang dipraktikkan dalam olahraga ke dalam dunia politik. Dan dalam pandangan saya, itulah salah satu esensi dari politik bergembira,” tambah Gus Oka.

BACA JUGA: Tim Rescue NasDem Sisir Wilayah Pedalaman Bantu Korban Gempa Lombok

Dengan suasana hati gembira, ia percaya obyektivitas dalam berpolitik dapat diwujudkan. “Membangun suasana hati bersih, tidak ada kebencian, tidak juga di situ ada kekerasan. Jadi, hal-hal yang bersifat rasional, bersifat logis dan lainnya yang dikedepankan. Dalam suasana hati kita yang tenang, bahagia, yang ada dalam pikiran kita adalah bagaimana menjaga suasana kebahagiaan ini menjadi lebih baik lagi. Kalau itu demokrasi konteksnya, mari kita cari pemimpin yang bisa mengantarkan kita kepada suasana kebahagiaan yang lebih dan berkelanjutan,” sarannya.

Untuk itu, Gus Oka mengajak kepada semua pihak untuk membumikan apa yang telah dicontohkan oleh Prabowo dan Jokowi pada perhelatan Asian Games. Hal itu wajib diimplementasikan menyongsong Pemilu 2019 mendatang.

“Pemimpin kita sudah memberikan simbol-simbol keteduhan, kebersamaan dan spirit sportivitas. Jadi, jangan ada bahasa-bahasa yang mengarah kepada makar, katakanlah hastag yang menurut kami sah-sah saja dalam konteks kepentingan kompetisi. Tapi tentu kita harus jaga jangan sampai membawa suatu suasana kehidupan berbangsa ini seakan-akan kita berhadap-hadapan, seakan-akan kita sedang mau perang,” tutur dia.

BACA JUGA: Bupati Karangasem Gerak Cepat Kunjungi Korban Gempa

“Kompetisi harus mengedepankan hal-hal seperti sportivitas dan juga mengutamakan pada tujuan, tidak semata-mata hanya sekadar bisa berkuasa,” ujarnya menambahkan. Belakangan ini, ia mengakui timbul semacam suasasana mencekam dalam menyongsong Pemilu 2019. Dua kelompok yang berbeda seakan berada pada posisi saling berhadap-hadapan yang menimbulkan ketakutan di tingkat akar rumput.

Antara satu kelompok dan golongan lainnya seakan membawa kebenaran yang anti-kritik. Akibatnya, ada jurang pemisah antar-kedua pendukung calon presiden dan wakil presiden.

“Saya kira itu tidak perlu. Apalagi bangsa kita dalam tantangan global ini kan sudah mulai harus berpikir berkompetisi-lah seperti Asian Games ini. Kita sedang berkompetisi dengan negara lain, kemudian seakan-akan kita mundur ke belakang zaman primitif, kita saling berhadap-hadapan, yang penting adalah berbeda,” ungkapnya.

BACA JUGA: 12 Caleg Batal Dicoret KPU, NasDem Gelar Syukuran

“Kita sedang berkompetisi mencari yang terbaik. Mari bersama-sama kita temukan pemimpin yang terbaik itu. Kalau kita kalah ya terima, karena itu bukan berarti dalam artian yang sebenarnya. Sesungguhnya ada yang lebih baik dari kita. Beri kesempatan untuk dia, mari kita benahi diri agar lebih baik lagi mencapai yang terbaik di antara kita. Jadi, kompetisi ini seperti gerakan sepatu, terus maju ke depan. Semua berlomba maju ke depan,” papar Gus Oka.

Bagi dia, momentum untuk menjadikan suasana politik nasional riang gembira sudah terbuka lebar dengan berpelukannya Jokowi-Prabowo yang disaksikan seluruh rakyat Indonesia. Ia meminta kepada semua pihak agar tak terjebak provokasi segelintir orang yang memang menginginkan adanya jurang pemisah, yang justru menjauhkan Pemilu 2019 dari esensi sesungguhnya yakni mencari pemimpin terbaik yang bisa membawa kemaslahatan bagi rakyat.

“Kalau mau politik bergembira ini kita kembangkan, saya yakin kita bisa. Momentum sudah ada. Karena pada dasarnya setiap manusia menginginkan suasana seperti itu. Pileg dan Pilpres ini kan hanya metode untuk menghasilkan. Tujuannya kan untuk mendapatkan yang terbaik. Bergembiralah, realistis, logis dan rasional. Mana yang terbaik di antara yang terbaik, best of the best, bukan mana yang lebih baik dan buruk,” demikian Gus Oka. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top