Siapa Dia

Emiliana Sriwahjuni Siap Perjuangkan Tunjangan Lansia

emiliana Sriwahjuni (ban)

Kabarbali.com – Memasuki masa tua atau pension bagi beberapa pihak cukup menyenangkan. Namun, tak sedikit mereka yang suram di masa tuanya. Penyebabnya sederhana, usia produktif yang telah berakhir itu justru diangap menjadi beban.

Hal itu dipahami betul oleh Emiliana Sriwahjuni. Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Denpasar itu ingin memperjuangkan tunjangan bagi lansia menjadi salah satu programnya menuju DPRD Kota Denpasar. Ya, Emiliana Sriwahjuni merupakan calon anggota DPRD Kota Denpasar dapil 5 Denpasar Selatan nomor urut 3 dari PSI.

BACA JUGA: Mundur Massal, Kader PKS se-Bali Dukung Jokowi?

Emiliana menceritakan, hampir saban hari ia turun menyapa masyarakat. Ia berdialog secara langsung menyerap aspirasi dan apa yang diperlukan oleh masyarakat daerah pemilihannya. Satu hal yang menjadi kesimpulannya adalah tunjangan ekonomi bagi kaum lansia.

“Saya ingin orangtua berusia 65 tahun ke atas di sisa kehidupannya itu happy. Minimal ada harga diri. Bagaimana mereka punya harga diri? Mereka harus punya tunjangan yang membuat mereka berharga di mata keluarganya,” kata Emiliana di sela Kopdar Kader PSI di kawasan Renon, Denpasar, Jumat malam, 28 September 2018.

BACA JUGA: Mundur dari PKS, Mudjiono: Ada SK Siluman!

Istri dari Johan Eka Pahasa yang juga merupakan caleg DPRD Provinsi Bali dapil Denpasar nomor urut 1 dari PSI itu melanjutkan, di Singapura, orangtua yang sudah paripurna masa produktivitasnya mendapat tunjangan hidup.

“Di Singapura itu orangtua dapat penghasilan, tunjangan hari tua. Kasihan mereka itu, harus ada yang memikirkan. Karena begitu masa produktif habis, ada yang tidak diurus lagi oleh keluarganya. Saya tidak mau mereka disia-siakan. Itu sebabnya mereka tetap harus dirangkul dan dibuatkan program untuk para lansia ini,” katanya.

BACA JUGA: Empat Alasan Pengurus dan Kader PKS se-Bali Mundur Massal

Di sisi lain, ia ingin mengajak kaum perempuan untuk bisa menjadi orangtua yang mampu melahirkan generasi positif bagi bangsa di masa depan. “Saya mewakili perempuan milenial, saya ingin mengajak seperti yang disampaikan Pak Jokowi, kita perempuan tidak mau dipanggil emak-emak. Kita maunya dipanggil ibu bangsa, ibu yang menghasilkan generasi yang bisa dibanggakan, diandalkan, bermartabat, hidup jujur, berprestasi di segala hal,” harapnya.

“Saya ingin mengajarkan ibu-ibu bangsa ini bagaimana menjadi ibu yang bisa dibanggakan anaknya, bisa menjadi ibu teladan bagi bangsa dan negara,” tambah Emiliana.

BACA JUGA: Bayar Kaul, Anggota KPU Bali Gowes Ontel ke Kantor

Untuk menjaring suara, Emiliana mengaku bergerak door to door menyapa masyarakat. Dengan begitu, ada kedekatan antara dirinya dan masyarakat. Dengan menyapa dan berdialog langsung, Emiliana mengaku lebih leluasa menyampaikan visi dan misinya untuk memperjuangkan perubahan bagi masyarakat di Kota Denpasar, khususnya Denpasar Selatan.

“Kalau pakai baliho, iklan, mereka tida tahu visi dan misi saya. Kalau kita datang pribadi, mereka bisa cerita masalah mereka itu apa. Saya bisa catat. Kalau saya jadi, saya akan salurkan. Apakah meraka butuh perlindungan, kesehatan, pendidikan atau membutuhkan yang lainnya,”terang dia.

BACA JUGA: Bertoni Mario Litaay Dorong Peran Aktif Kaum Milenial Denpasar

Sejauh ini ia menilai cara kerja demikian cukup efektif merekam keinginan publik. “Setiap hari lima sampai tujuh rumah saya datangi. Mereka cerita kepada saya, kalau kamu jadi pemimpin di kota ini, kami membutuhkan pendidikan, kami membutuhkan perlindungan. Ternyata banyak sekali perempuan di dalam rumah itu tertekan, korban KDRT,” papar Emiliana.

Semangat itulah yang membuat tekadnya makin menyala untuk terus memperjuangkan nasib perempuan. Salah satunya berjuang melalui DPRD yang memiliki fungsi anggaran, pengawasan dan penyusunan peraturan. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top