Peristiwa

Dugaan Praktik Monopoli, KPPU Periksa Pelindo III dan INSA

Persidangan KPPU (rls)

Kabarbali.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus melakukan pemeriksaan atas kebijakan Pelindo III yang mewajibkan stack dalam proses penanganan peti kemas di Pelabuhan L. Say Maumere. Kali ini Pelindo III dan INSA Bali yang dimintai keterangannya dalam Sidang Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 15/KPPU-L/2018 yang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi Kodrat Wibowo, serta Anggota Majelis Komisi Ukay Karyadi dan M. Afif Hasbullah.

Dalam sidang yang digelar hari ini Kamis (11/4/2019) bertempat Fakultas Hukum Universitas Udayana difokuskan pada latar belakang diberlakukan penataan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan L. Say Maumere yang berujung pada kewajiban stack per 1 Juli 2017, serta dampak kebijakan dimaksud.

BACA JUGA: Gunung Agung Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Mebumbung Setinggi 2 Km

Sebelumnya, dalam laporan dugaan pelanggaran yang diajukan investigator KPPU, Pelindo III diduga melanggar ketentuan Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) huruf (b) dan atau Pasal 19 huruf (a) dan (b) UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait kebijakan wajib stack yang dilakukan Pelindo III melalui Surat Nomor PJ.05/13/P.III.2017 tertanggal 7 Juli 2017 perihal penataan pelayanan terminal peti kemas.

Kebijakan tersebut diduga telah menimbulkan penambahan biaya logistik di pelabuhan L. Say Maumere sampai dengan Rp624.000/ kontainer 20 feet yang dibebankan kepada konsumen. Kebijakan wajib stack 100 persen ini pun diduga telah mendapat penolakan dari pelaku usaha. (rls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top