Didukung Huawei, Aztelekom Perluas Akses Jaringan Pita Lebar hingga Menjangkau Hampir Seluruh Wilayah Azerbaijan melalui Program “Online Azerbaijan”

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAKU, Azerbaijan, 10 Juni 2026 /PRNewswire/ — Aztelekom, bagian dari AZCON Holding, bersama Huawei, mengumumkan, strategi konektivitas jaringan pita lebar (broadband) "Online Azerbaijan" kini telah menjangkau 99,7% wilayah nasional.

Khinalig in Azerbaijan is one of the remote mountain villages connected through “Online Azerbaijan” / Image credit: Huawei
Khinalig in Azerbaijan is one of the remote mountain villages connected through “Online Azerbaijan” / Image credit: Huawei

Sekitar tiga juta pengguna rumah tangga dan pelaku usaha, baik di kota-kota besar dan desa terpencil, kini dapat mengakses internet berkecepatan tinggi dan berbagai layanan digital. Dari jumlah tersebut, sekitar dua juta sambungan baru direalisasikan dalam dua tahun terakhir. Saat ini, hampir seluruh penduduk Azerbaijan yang berjumlah 10,45 juta jiwa telah menikmati akses internet berkecepatan tinggi.

Chief Executive Officer (CEO), Aztelekom, Hasan Omarov, mengatakan, "Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai peningkatan teknologi, namun juga investasi strategis untuk mengurangi kesenjangan digital, memperluas kesetaraan akses layanan digital, serta mempercepat transformasi layanan publik. ‘Online Azerbaijan’ merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah negara kami. Untuk pertama kalinya, seluruh warga, terlepas dari lokasi tempat tinggalnya, memperoleh akses yang setara terhadap layanan internet berkecepatan tinggi, serta peluang digital yang sama. Kapabilitas teknologi, solusi inovatif, dan pengalaman Huawei dalam menangani proyek berskala besar berperan besar dalam pembangunan infrastruktur digital Azerbaijan. Fondasi yang dibangun melalui program ‘Online Azerbaijan’ akan membuka jalur penerapan teknologi yang lebih maju, seperti 10G dan 50G PON, guna menghadirkan layanan pita lebar ultra-cepat, andal, dan berkapasitas tinggi bagi pengguna rumah tangga maupun pelaku usaha dalam waktu dekat."

Program "Online Azerbaijan" diluncurkan oleh Kementerian Pengembangan Digital dan Transportasi Azerbaijan pada 2021 sebagai bagian dari target pemerintah untuk meningkatkan kecepatan rata-rata internet pada jaringan pita lebar menjadi 50 Mbps pada 2025. Melalui program inklusi digital TECH4ALL, Huawei berperan penting dalam pembangunan infrastruktur program tersebut, termasuk menghadirkan jaringan serat optik berkecepatan gigabita (all-optical gigabit fiber) hingga ke sejumlah desa yang paling terpencil di Azerbaijan.

Director, TECH4ALL Program Office Huawei, Cui Yangyang, menjelaskan, "Huawei berkomitmen memanfaatkan teknologi dan solusi untuk menutup kesenjangan digital, serta membangun dunia digital yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap orang yang memiliki akses internet berkecepatan tinggi, di mana pun mereka berada, akan memperoleh semakin banyak kesempatan untuk berkembang, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital dan masa depan yang lebih sejahtera."

Melalui solusi telekomunikasi berbasis serat optik, Huawei membangun seluruh infrastruktur yang menggantikan sistem pengalihan sinyal berbasis listrik dengan teknologi optik guna memenuhi kebutuhan akan jaringan pita lebar yang cepat dan latensi rendah.

Target program ini ditetapkan berdasarkan kepadatan penduduk, potensi infrastruktur, dan indikator sosial di 14 kawasan ekonomi Azerbaijan. Saat program ini dimulai, kecepatan rata-rata internet di Azerbaijan baru mencapai 11,7 Mbps. Pada 2025, angka tersebut meningkat lebih dari tujuh kali lipat menjadi 88,84 Mbps. Peningkatan tersebut didorong oleh pembangunan infrastruktur serat optik dalam skala besar, termasuk mengganti seluruh jaringan lama berbasis kabel tembaga dengan jaringan serat optik. Kemajuan tersebut juga berdampak pada transformasi layanan publik digital. Dalam satu tahun, posisi Azerbaijan melesat sembilan peringkat dalam Indeks Pembangunan E-Government PBB, dan untuk pertama kalinya, Azerbaijan tercantum dalam kelompok negara dengan tata kelola digital terbaik pada 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, program "Online Azerbaijan" telah dipresentasikan sebagai studi kasus di berbagai forum internasional. Program ini juga meraih lima penghargaan internasional, serta diangkat sebagai contoh praktik bisnis oleh Harvard Business Review Türkiye dan buku "Principles of Modern Marketing" karya Philip Kotler.

Sebelum program tersebut berjalan, banyak wilayah pedesaan Azerbaijan memiliki akses yang terbatas terhadap konektivitas modern dan layanan digital. Di desa pegunungan terpencil seperti Khinalig, misalnya, kehadiran internet berkecepatan tinggi dan andal telah membuka berbagai peluang baru, mulai dari membantu pelaku usaha kecil dan menengah, mendorong sektor pariwisata, hingga mendukung perajin lokal memasarkan kerajinan tradisional kepada audiens global melalui siaran langsung (livestreaming). Peningkatan konektivitas juga memperluas akses pendidikan daring bagi sekolah-sekolah di wilayah pedesaan. Langkah tersebut turut mengurangi kesenjangan digital sekaligus memberikan kesempatan belajar yang lebih setara bagi siswa di daerah terpencil jika dibandingkan dengan siswa lain di kawasan perkotaan.

Selain pendidikan daring, Azerbaijan juga tengah mengembangkan berbagai proyek telemedisin dan kota pintar di berbagai wilayah. Pada tahap berikutnya, program "Online Azerbaijan" akan berfokus memperluas implementasi teknologi 5G dan Internet of Things (IoT) hingga ke wilayah paling terpelosok, serta tetap mengedepankan efisiensi energi dan penerapan teknologi ramah lingkungan.

Tentang TECH4ALL

TECH4ALL merupakan inisiatif dan rencana aksi jangka panjang Huawei dalam mendorong inklusi digital. Melalui inovasi teknologi dan kemitraan strategis, TECH4ALL ingin mewujudkan dunia digital yang inklusif dan berkelanjutan: https://www.huawei.com/en/tech4all.

 

Berita Terkait

HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM
Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik
EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia
Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara
Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI
Program MBA SMU Raih Peringkat Ketiga di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2027
INVT Hadirkan Solusi Kelistrikan dan Liquid Cooling untuk Modernisasi Pusat Data di Ajang Data Centre World Asia 2026
Zhou Jianjun dari Huawei: Membangun Solusi AIDC Grid-Interactive untuk Memaksimalkan Token per Watt

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:31 WIB

HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM

Jumat, 18 September 2026 - 08:27 WIB

Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik

Jumat, 18 September 2026 - 06:26 WIB

EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia

Jumat, 18 September 2026 - 02:43 WIB

Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara

Jumat, 18 September 2026 - 01:25 WIB

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Berita Terbaru

Pers Rilis

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 01:25 WIB