Bisnis

BBTF Dongkrak Pariwisata Indonesia, Bali Jadi Market Place

pertunjukkan pada acara bbtf 2019 (ban)

Kabarbali.com – Tujuan wisata berkelanjutan telah menjadi komponen utama untuk perjalanan budaya dan gaya hidup dari setiap destinasi wisata. Hal itu pula yang menjadikan motivasi bagi turis untuk melakukan perjalanan saat ini. Hal itu diakui oleh Ketua Bali and Beyond Trave Fair (BBTF), I Ketut Ardana.

Menurutnya, kegiatan pariwisata yang terkait dengan wisata berkelanjutan di berbagai negara menjadi alasan untuk pembangunan regional, segmen yang berkembang dengan peluang besar untuk memenuhi permintaan pasar.

BACA JUGA: Tampil di Ja’an Cafe, Kahitna Sapa Fans di Bali

Hal itu juga untuk menarik investasi baru dalam meningkatkan lapangan kerja regional dan juga menyediakan pendekatan inovatif lain untuk pelestarian alam budaya berkelanjutan, warisan untuk dikembangkan di tujuan wisata.

BBTF keenam tahun ini memilih tema untuk Travel Fair tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran secara nasional atau regional tetapi juga untuk partisipasi dalam gerakan pariwisata global.

BACA JUGA: Peduli Lingkungan, KFC Siapkan Sedotan dari Stainless

“Pariwisata Indonesia tumbuh dua kali lebih cepat dari rata-rata global. Pertumbuhan pariwisata di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan termasuk di antara 20 tujuan wisata dengan pertumbuhan tercepat, yang berarti bahwa tingkat pertumbuhan setara dengan standar global yang tercatat tahun lalu,” kata Ardana.

Indonesia, ia melanjutkan, menjadi pemain global dengan mengekspos kekayaan alam, budaya, seni, tradisi yang tak tersentuh dan terbaru sebagai tujuan belanja dan keahlian memasak di seluruh negeri.

BACA JUGA: Gaet Turis, Kyriad Royal Hotel Tawarkan Tradisi Megibung

Menurutnya, berdasarkan penelitian World Travel & Tourism Council (WTTC) tahun ini menunjukkan data bahwa perjalanan dan pariwisata di Indonesia tumbuh 7,8 persen pada 2018.

Hal itu berarti tumbuh dua kali lipat rata-rata global yang hanya 3,9 persen dan di depan ekonomi Indonesia yang lebih luas. “Ini memberikan kontribusi 6,0 persen terhadap PDB Indonesia senilai Rp890,428 miliar (USD62,6 miliar) ketika semua efek langsung, tidak langsung dan terinduksi dipertimbangkan,” tuturnya.

BACA JUGA: Peselancar Wanita Pertama Asal Indonesia Berkompetisi di Ajang WSF

Perjalanan dan pariwisata mendukung 10,3 persen dari semua lapangan kerja di Indonesia atau 13 juta pekerjaan. Kontribusi PDB diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5,2 persen pada tahun 2019.

Satu dari tiga dari semua pekerjaan pariwisata di sepuluh negara yang membentuk Asia Tenggara, berlokasi di Indonesia. Ini menjadikan Indonesia ekonomi perjalanan dan pariwisata terbesar ketiga di Asia Tenggara setelah Thailand dan Filipina.

BACA JUGA: Riset UI, Gojek Sumbang Rp1,9 T untuk Ekonomi Denpasar

Ada peningkatan luar biasa dalam pengeluaran bisnis tahun lalu, yang sekarang menyumbang 30 persen dari pengeluaran pariwisata di Indonesia dibandingkan dengan 70 persen waktu luang.

Secara total, wisatawan internasional menghabiskan hampir IDR221.000 miliar (USD15,5 miliar) di Indonesia pada tahun lalu, terhitung 6,8 persen dari total ekspor. Pasar internasional in-bound terbesar adalah Singapura 15 persen, Malaysia 14 persen China 13 persen Australia 11 persen dan Jepang 5 persen.

BACA JUGA: Coco Group Bersiap Go Public, Lepas 30% Saham

“Bali and Beyond Travel Fair 2019 bangga menjadi bagian dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia dan diakui sebagai pameran perjalanan dan wisata internasional terkemuka di Indonesia. Kami telah memilih tema “Journey to Sustainable Tourism” tahun ini karena kami percaya pada potensi Indonesia, di mana Bali berfungsi sebagai market place,” Katanya.

Tahun ini, BBTF 2019 menghadirkan 232 penjual dan 303 pembeli dari 46 negara dengan estimasi transaksi mencapai Rp9,06 Triliun. BBTF 2019 juga menjadi tuan rumah bagi pembicara yang membahas peluang, tren dan wawasan industri serta menyoroti keragaman warisan budaya Indonesia.

“Pariwisata ditakdirkan untuk menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Perubahan dari tren itu sendiri adalah perpindahan dari tujuan liburan menuju keseimbangan antara pekerjaan dan liburan. Kami merespon positif pertumbuhan leisure ekonomi dalam pariwisata berkelanjutan,” tuturnya. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top