Bisnis

APEX BPR Solusi di Tengah Ketatnya Persaingan

MoU APEX BPR antara Bank BPD Bali dengan DPD PERBARINDO Bali (amo-bali)

strong>Kabarbali.com – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra berharap terbentuknya APEX BPR pada bulan april 2016 lalu bisa menjadi solusi dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

Hal tersebut disampaikannya pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) APEX BPR antara Bank BPD Bali dengan DPD PERBARINDO Bali serta Talk Show Economic Outlook 2019 di Ball Room Prime Plaza Sanur, Denpasar, Jumat 26 Oktober 2018.

BACA JUGA: 8 Kepala Negara Hadiri Our Ocean Conference 2018

Penandatanganan MoU ini diharapkan berdampak positif bagi 138 BPR dan 312 ribu UMKM yang ada di Bali saat ini. “Kerja sama ini juga saya harapkan bisa berdampak positif dalam pengucuran kredit bagi UMKM di Bali,” imbuhnya.

Ia menambahkan, inklusi keuangan telah menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional, di mana salah satu sasarannya adalah penguatan sektor keuangan.

BACA JUGA: Dewa Putu Ananta Pimpin Hiswana Migas Bali 2018-2022

“Hal itu tak lain untuk meningkatkan akses masyarakat dan UMKM terhadap layanan jasa keuangan formal dalam kerangka pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,”jelasnya.

Sementara di sektor pembangunan perekonomian di Bali, dalam beberapa tahun terakhir juga sudah mengalami peningakatan. Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,09 persen tumbuh di atas rata-rata nasional sebesar 5,27 persen.

BACA JUGA: Ada Flek Hitam di Wajah? Atasi dengan ‘Miracle Yellow Laser’

Seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi dan stabilnya harga-harga kebutuhan pokok, juga memberikan dampak positif bagi penurunan kemiskinan di wilayah Bali.

Direksi BPD Bali, I Nyoman Sudharma melaporkan bahwa pembahasan MoU telah melalui proses dan difasilitasi oleh OJK Regional VIII Bali-Nusra.

BACA JUGA: Ayodya Batik Festival 2018 Kembali Dihelat

Kerja sama BPR APEX ini juga bertujuan sebagai pengayom untuk BPR yang ada di Bali. Ia berharap ke depan semua BPR di Bali bisa ikut menjadi anggoat APEX.

Hal senada juga dijelaskan oleh Perwakilan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), I Ketut Wiracana. Menurutnya, kehadiran BPD Bali sebagai pengayom BPR sangat dibutuhkan untuk menguatkan ekonomi di Bali.

BACA JUGA: Alasan Ida Bagus Rai Tak Maju Jadi Ketua Hiswana Migas Lagi

BPR, menurutnya, butuh mitra strategis untuk menjadi lembaga keuangan yang terdepan. Selain itu ia juga mengharapkan BPR di Bali bisa terus jalin kemitraan strategis dengan semua pihak agar terjalin hubungan yang saling menguntungkan.

Sementara Kepala OJK Regional VIII Bali-Nusra mengapresiasi kerja sama ini dalam positifnya pertumbuhan ekonomi di Bali di tengah gempuran efek negatif perekonomian global.

BACA JUGA: vDitahan PBFC di Kandang, Ini Kata Widodo

Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar pertumbuhan kredit di Bali bisa ditingkatkan lagi. Sebab, bagaimanapun juga bisa berdampak bagi pertumbuhan ekonomi.

Selain itu ia juga mengingatkan semua pihak agar menyusun masterplan jasa keuangan dengan baik, mengoptimalkan peran jasa keuangan, serta jaga stabilitas keuangan.

BACA JUGA: Curi Point di Bali, Dejan Antonic: Kami Buat Kejutan

“Ketika semua sektor keuangan sudah berjalan baik, kita juga perlu tingkatkan peranan UMKM untuk dorong pertumbuhan ekonomi serta upaya pengurangan pengangguran,” tandasnya. (amo-bali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top