Gaya

Alat Canggih, RSBM Bisa Layani 100 Pengidap Kanker per Hari

Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry (dok)

Kabarbali.com – Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry menyambut baik ke luarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan gedung pelayanan pengobatan kanker di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

IMB yang dikeluarkan oleh Wali Kota Denpasar dengan Nomor: 02/870/3737/DS/DPMPTSP/2018 tertanggal 20 September 2018 itu membuat faailitas di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) kembali dilanjutkan.

BACA JUGA: Umat Hindu Banyak Pindah Agama, Apa Penyebabnya?

“Kami menyambut baik ke luarnya IMB RSBM, khususnya untuk pembangunan tempat atau fasilitas alkes (alat kesehatan) kanker oleh wali kota,” kata Sugawa Korry di Denpasar, Kamis 4 Oktober 2018.

Penerbitan IMB itu sebelumnya mengalami hambatan teknis lantaran salah seorang penyanding belum mau menandatangani persetujuan sebagai penyanding sebagai salah satu syarat penerbitan IMB.

BACA JUGA: Epidemiologi Percepat Realisasi SDGs

Sugawa Korry pun meluruskan informasi selama ini yang mengesankan Wali Kota Denpasar menghambat penerbitan IMB tersebut.

“Wali kota tidak menghambat penerbitan IMB itu. IMB itu lama ke luarnya karena ada salah satu penyanding yang belum mau tanda tangan persetujuan sebagai penyanding,” tegasnya.

BACA JUGA: Mengintip Fasilitas Megah KRI dr Suharso-990

Terlambatnya penerbitan IMB tersebut, kata dia, berdampak pada tertundanya proses pembangunan gedung dan pengadaan alkes kanker di RSBM yang rencana awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2018. Padahal, anggarannya sudah dialokasikan sebesar Rp105 miliar dalam APBD Induk 2018.

“Dengan tertundanya IMB, maka proses pengurusan izin dari BAPETEN di Jakarta menjadi tertunda. Padahal, anggaran pembangunan fisik sebesar Rp56 miliar dan pembelian alkes Rp49 miliar (total Rp105 miliar) sudah dianggarkan pada APBD Induk 2018,” jelas Sugawa Korry.

BACA JUGA: Orientation Zone, Ruang ‘Menghilangkan’ Stres di Bandara Ngurah Rai

Wakil rakyat asal Buleleng ini mengatakan, dengan ke luarnya IMB tersebut, maka proses pembangunan gedung dan pengadaan alat kesehatan kanker di RSBM bisa dimulai lagi.

“Dengan sudah ke luarnya IMB dari wali kota, diharapkan eksekutif segera menindaklanjuti proses izin di BAPETEN sebagai persyaratan pembangunan fisik dan pengadaan alkes. Demikian juga dengan proses administrasi atau lelang pelaksana pembangunan dan pengadaan alkes sesuai dengan prosedur atau mekanisme sehingga pembangunan fisik bisa dilaksanakan,” katanya.

BACA JUGA: Cara Hiswana Migas Jamin Pasokan LPG 3 Kg Tetap Lancar

Rencananya, pembangunan fisik dan pengadaan alkes kanker ditargetkan selesai pada tahun 2019. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bali sudah menyepakati untuk mengalokasikan kembali anggaran sebesar Rp105 miliar dalam APBD Induk 2019.

“Kalaupun di tahun 2018 pembangunan fisik dan pengadaan alkes tidak bisa dilaksanakan, rapat Badan Anggaran DPRD Bali telah setuju untuk mendukung anggara fisik dan alkes sebesar Rp105 miliar di anggaran Induk 2019,” ujar Sugawa Korry.

BACA JUGA: Revisi UU Provinsi Bali Sudah Masuk Prolegnas

Sekretaris DPD partai Golkar Provinsi Bali ini menegaskan, pembangunan gedung pelayanan pengobatan kanker tersebut harus didukung penuh, karena penderita kanker sudah semakin banyak.

“Bahkan informasi antrean pasien penderita Kanker di RS Sanglah mencapai seribu lebih. Dengan alkes yang jauh lebih modern, diharapkan RSBM nantinya bisa menangani masyarakat penderita kanker secara lebih cepat dan lebih murah serta dengan kualitas penangan yang lebih baik.

BACA JUGA: Koster Ancam Cabut Izin PLTU Celukan Bawang, Ini Alasannya

“Info yang saya terima, bahwa alkes kanker ini adalah yang termodern, bisa tangani 100 pasien per hari,” jelasnya.

Ia melanjutkan, selain nantinya mampu menangani pasien dari masyarakat Bali sendiri, pelayanan kanker di RSBM juga bisa menjadi rujukan pasien kanker dari Indonesia timur. Termasuk melayani pengobatan kanker untuk wisatawan yang berkunjung ke Bali.

BACA JUGA: Investor Tiongkok Minat Garap Tol Denpasar-Gilimanuk

“Karena itu perlu melengkapi sarana rumah sakit dengan standar internasional, karena Bali sebagai daerah tujuan wisatawan mancanegara maupun wisatawan dalam negeri. Untuk hal-hal tersebut, kami di DPRD Bali mendukung sepenuhnya dan berharap eksekutif segera menindaklanjuti secara profesional,” katanya.

“Kami juga mengusulkan serta mendukung dianggarkannya biaya pendidikan untuk SDM yang akan menangani dan mengelola alkes kanker modern tersebut,” pungkas Sugawa Korry. (amb)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top