Kuliner

Ada Romansa di Shrida Restoran Ubud

suasana jamuan di Shrida Restoran Ubud (ban)

Kabarbali.com – Anda pasti kenal Srihadi Soedarsono. Ya, dia adalah wartawan pelukis yagn pada rentang waktu antara tahun 1945-1948 menciptakan poster-poster untuk Balai Penerangan Divisi IV BKR/TKR/TNI di Solo, Jawa Tengah. Pria yang lahir pada 4 Desember 1931 itu telah banyak menorehkan karya lukisan yang mendunia. Karyanya diburu oleh kolektor-kolektor dalam dan luar negeri.

Kini ia merambah bisnis kuliner. Ya, Srihadi mendirikan restoran di Jalan Bisma, Ubud, Kabupaten Gianyar yang diberi nama Shrida Restoran. Nama Shrida merupakan perpaduan nama Srihadi dan Farida yang merupakan istri tercintanya.

BACA JUGA: BBTF Dongkrak Pariwisata Indonesia, Bali Jadi Market Place

Srihadi bercerita jika ia memiliki pertalian erat dengan Desa Ubud. Itu sebabnya Shrida Restoran dibangun di kawasan Ubud. Ya, Srihadi turut memiliki andil mempromosikan nama Ubud dalam karya-karyanya.

“Saya dulu sering datang ke sini. Karya saya banyak lahir di Ubud ini,” katanya membuka perbincangan. Ia bercerita, selain perpaduan antara nama dirinya dan istrinya, Shrida merupakan bahasa Sansekerta. “Artinya adalah pemberi keindahan, kemakmuran dan kepositifan. Saya ingin tempat ini sebagai sebuah melting pot, tempat berkumpulnya para seniman dan profesi lainnya,” harapnya.

BACA JUGA: Tampil di Ja’an Cafe, Kahitna Sapa Fans di Bali

Meski membuka restoran, namun ‘goresan seniman’ amat terasa di Shrida Restoran. Betapa tidak, dua kali setiap bulannya Shrida Restoran menggelar acara ‘Bincang Sore Art, Culture dan Culinary’.

“Dengan pertemuan itu diharapkan mereka bisa saling mengisi, memberi inspirasi satu sama lain, membuat network, menjalin ikatan baru untuk menghasilkan karya yang lebih produktif dan kreatif,” jelasnya.

BACA JUGA: Peduli Lingkungan, KFC Siapkan Sedotan dari Stainless

Untuk konsep restoran, Shrida menawarkan keseimbangan antara keindahan manusia dan estetika makanan. “Manusia itu indah ketika ia memiliki pemikiran yang indah tentang orang lain dan mampu melihat segala sesuatu dengan cara yang indah, termasuk mengapresiasi seni makanan yang disajikan secara artistik, layanan memuaskan dan makanan dan minuman khas Bali dan Nusantara spesial yang selalu penuh kejutan dengan bahan-bahan segar yang baik bagi tubuh dan jiwa,” ulas Srihadi.

Shrida Restoran terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar bisa melayani para tamu untuk sarapan, makan siang dan makan malam yang menyajikan menu ala carte dengan pilihan terbaik, di mana masing-masing hidangannya memiliki kekhasan tersendiri.

BACA JUGA: Gaet Turis, Kyriad Royal Hotel Tawarkan Tradisi Megibung

Selain itu, Shrida Restoran juga menawarkan menu otentik Indonesia yang disandingkan dengan minuman anggur produksi terbaik Bali yang pernah mendapatkan penghargaan internasional dan produksinya bekerjasama dengan petani anggur lokal Bali. Sajian musik lounge yang eksotis turut menciptakan suasana yang indah dan tak terlupakan.

Lantai kedua adalah bar lengkap yang menyajikan minuman anggur dan minuman koktail yang sempurna untuk sore dan malam hari. Meja, kursi, bantal dan tanaman diatur estetik dan harmonis agar tamu memiliki privasi masing-masing. Lantai ini juga melayani koktail, minuman yang diproduksi secara lokal, anggur dan bir.

BACA JUGA: Riset UI, Gojek Sumbang Rp1,9 T untuk Ekonomi Denpasar

Lantai ini juga merupakan tempat acara bincang-bincang sore Art, Culture, Culinary, pertemuan komunitas reguler yang berfokus pada pembicaraan seni, perempuan, keseimbangan hidup dan sesekali pemutaran film atau pertunjukan khusus lainnya.

Di Shrida lounge (bar) ditawarkan ada koktail mimosa yang berkelas, martini, koktail populer bloody mary dan kotail unik lainnya. Selain itu, Shrida juga menawarkan day drinking yang memungkinkan para tamu minum yang lebih lama dan di siang hari, juga ada spot boozy brunch, di mana untuk harga yang ditentukan bisa mendapatkan minuman alkohol tanpa batas yang memungkinkan para tamu bisa menikmati minuman sampai larut malam.

BACA JUGA: Peselancar Wanita Pertama Asal Indonesia Berkompetisi di Ajang WSF

Lantai tiga didedikasikan untuk para tamu yang menghargai seni penyajian hidangan (the art of plate). Chef Shrida menampilkan kreasinya yang terbaik untuk menciptakan momen kegembiraan bagi para tamu. Hal ini menyangkut keseluruhan, yakni perpaduan antara kualitas bahan makanan, teknik persiapan hingga seni menyajikan hidangan makanan yang mempertimbangkan lima indera rasa para tamu.

Semua itu akan dieksekusi dengan dalam waktu yang efektif, namun penuh gaya dan menarik secara visual bagi tamu.

BACA JUGA: Sebar Data Orang Lain, Mendagri Sebut Ulin Yusron Bisa Dituntut

Pilihan piring yang sesuai dengan gaya dan berbagai elemen hidangan menjadi komposisi yang menyatu penuh keindahan dan harmoni. Suasana, pencahayaan, interior, dekorasi, menciptakan kehangatan tersendiri saat para tamu menikmati hidangan.

“Kami mempersembahkan semuanya itu agar para tamu mendapatkan kesenangan dan kepuasan,” kata Chef I Made Suwendrayasa yang berlatar pendidikan kuliner Perancis dan Mediteranian ini. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top