Olahraga

96 Siswa PSHT Naik Tingkat, Diminta Harumkan Nama Bali

Proses tes kenaikan pangkat PSHT Denpasar (ban)

Kabarbali.com – Sebanyak 96 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Denpasar dan Gianyar mengikuti tes kenaikan pangkat. Acara yang digelar seharian penuh pada Minggu 28 April 2019 itu diselenggarakan di Lapangan Kapten Japa Denpasar Timur, Kota Denpasar. Hadir langsung pada kesempatan itu anggota Tim Teknik Pusat Madiun PSHT, Rianto.

Ketua PSHT Cabang Denpasar, Sunarto menjelaskan, pada kesempatan kali ini 96 siswa itu terdiri dari sabuk putih sebanyak 62 siswa, sabuk hijau 8 siswa dan jambon 26 siswa. “Totalnya ada 96 siswa yang mengikuti ujian tes kenaikan pangkat. Kami bersyukur seluruh siswa lulus ujian tes,” kata Sunarto di lokasi acara.

BACA JUGA: Jualan Online Bikin Omset Meledak

Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah diberikan bagi perkembangan PSHT di Bali, khususdnya di Kota Denpasar. “Terima kasih support kepada pengurus pusat yang telah melihat langsung dan membimbing kami. Apresiasi juga kami sampaikan kepada keluarga besar Puri Ageng Blahbatuh yang terus men-support kami,” paparnya.

Sunarto berpesan kepada para siswa yang telah lulus tes kenaikan pangkat agar tetap rendah hati dan mengikuti aturan organisasi. Ia juga berharap agar mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang ditanamkan di dalam organisasi PSHT.

BACA JUGA: Gula Semut Bali dan Harapan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

“Persaudaraan akan tetap menjadi komitmen melaksanakan amanah, tunduk dan patuh pada aturan organisasi. Terima kasih kami diberikan kesempatan selalu berbuat yang lebih baik bagi kepentingan maayarakat. Hsrus dimengerti ajaran dari persaudaraan di dalam tubuh PSHT, di samping pencak silat itu sendiri. PSHT tidak mengenal batas apapun, melepaskan sekat-sekat suku, agama, ras dan antar-golongan. Kita mengedepankan nilai persaudaraan,” kata Sunarto mengingatkan.

Sementara itu, pengurus Antar Lembaga PSHT Cabang Denpasar, Miftachur Rohman berpesan para siswa yang yang telah lulus mengikuti tes ujian kenaikan pangkat dapat menanamkan nilai-nilai ajaran PSHT dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA: Aset Budaya Bangsa, Pengurus Pusat Pesan PSHT Wajib Dijaga

“Kenaikan tingkat ini merupakan salah satu proses untuk meraih jenjang selanjutnya. Harapan kami ke depannya bukan sekedar menjadi warga, tetapi bisa menjaga ajaran marwah PSHT dan tetap di manapun selalu mengedepankan rasa persaudaraan,” harap Rohman.

Di sisi lain, Rohman berharap PSHT dapat memberikan kontribusi bagi Bali berupa lahirnya atlet-atlet profesional yang bisa mengharumkan nama Bali, khususnya Kota Denpasar.

BACA JUGA: Bali Ekspor Alang-alang dan Kepompong ke Luar Negeri

“Harapan kami juga bisa melahirkan atlet-atlet yang berbakat untuk menciptakan prestasi baik di tingkat nasional ataupun internasional yang akan membawa PSHT Cabang Denpasar untuk mengharumkan Kota Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya,” harap Rohman.

Ada banyak cerita dari kenaikan pangkat itu. Salah satunya disampaikan oleh Triana (14). Remaja putri yang mengikuti kenaikan pangkat dari sabuk jambon ke hijau itu mengaku senang bisa mengikuti tes ujian kenaikan pangkat.

BACA JUGA: Salut! Tiap Hari Petugas BPBD Jembrana Gotong Bocah SMP yang Ikut UNBK

“Senang dan haru bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat. Seneng kita lulus naik tingkat, tapi memang cukup berat dalam ujian ini. Tapi semua terbayarkan karena kerja keras kita membuahkan hasil maksimal,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Boni (21). Ia yang mengikuti ujian kenaikan pangkat dari sabuk polos ke jambon melewati ujian yang cukup berat. “Ujian ini cukup berat. Tapi kalau kita jalani dengan senang hati, semua bisa kita lalui. Ini demi keilmuan kami juga dan kita berharap bisa berguna bagi masyarakat banyak,” tuturnya.

BACA JUGA: Warga Mengungsi Akibat Gunung Agung Erupsi, BPBD Sebar 10 Ribu Masker

Begitu pula dirasakan oleh Junaedi (28) yang mengikuti ujian kenaikan pangkat dari sabuk hijau ke putih. Ia merasakan suka cita yang menurutnya tak bisa dilupakan seumur hidupnya.

“Rasanya campur aduk. Ada susah dan senang. Tapi semua itu luruh begitu kita hadapi bersama. Ada banyak nilai yang kami dapat dengan tes ujian kenaikan pangkat ini. Salah satunya adalah kita harus menghargai jangan menyepelekan hal sekecil apapun. Penuh cerita yang tak bisa dilupakan,” kata Junaedi. (ban)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Populer

To Top